Dalam sistem stacking, tarif tambahan 15 persen dikenakan di atas tarif lama untuk produk Jepang.
Jika Jepang dikecualikan, tarif tambahan hanya berlaku untuk produk dengan tarif awal di bawah 15 persen.
Produk yang tarif awalnya lebih tinggi tidak akan mendapat beban tambahan.
Baca Juga: Mobil Listrik Rp 100 Jutaan? Seres E1 Hadir di GIIAS 2025, Murah Bukan Kaleng-Kaleng!
Tarif Gabungan 27,5% Jadi Sorotan Utama
Salah satu yang paling disoroti Jepang adalah tarif gabungan 27,5 persen untuk kendaraan bermotor.
Angka ini berasal dari tarif lama 2,5 persen yang ditambah tarif baru 25 persen sejak era Trump.
Setiap hari, perusahaan Jepang harus menanggung kerugian besar akibat kebijakan ini—bahkan, menurut Akazawa, beberapa perusahaan rugi hingga 100 juta yen per jam.***
Artikel Terkait
Wuling Air ev: Mobil Listrik Futuristik dengan Teknologi Canggih tapi Kenyamanan Masih Jadi Catatan
Mobil Listrik Jaecoo J5 EV Bikin Takjub di GIIAS 2025, Harga Pre Booking Mulai Rp350 Juta, Minat?
Suzuki Pamerkan e-Vitara di GIIAS 2025, Mobil Listrik Modern, Mengaspal di Jalanan Indoneia Tahun Depan
Khusus untuk Pasar Indonesia, VinFast Luncurkan Mobil Listrik Setir Kanan di GIIAS 2025
Mobil Listrik Rp 100 Jutaan? Seres E1 Hadir di GIIAS 2025, Murah Bukan Kaleng-Kaleng!
Suzuki APV Arena di GIIAS 2025: Pilihan Mobil MPV Bekas yang Tetap Jadi Andalan Keluarga
Viral Truk Serempet Porsche 718 Cayman, Warganet Pertanyakan Performa Mobil Mewah Rp3 Miliar
Aktor Korea Song Young Kyu Ditemukan Meninggal Dunia di Mobil, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Bintang Drakor The Defects Song Young Kyu Ditemukan Meninggal dalam Mobil, Begini Penjelasan Polisi
Mobil Matic vs Manual: Perbedaan Konsumsi BBM dan Biaya Perawatan yang Perlu Diketahui