Jepang Desak AS Pangkas Tarif Mobil: Menghapus Beban Besar Industri Otomotif Negeri Sakura

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 10 Agustus 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi mobil bermerek Honda, kendaraan produksi asal Jepang.  (Unsplash.com/Emrecan)
Ilustrasi mobil bermerek Honda, kendaraan produksi asal Jepang. (Unsplash.com/Emrecan)

Dalam sistem stacking, tarif tambahan 15 persen dikenakan di atas tarif lama untuk produk Jepang.

Jika Jepang dikecualikan, tarif tambahan hanya berlaku untuk produk dengan tarif awal di bawah 15 persen.

Produk yang tarif awalnya lebih tinggi tidak akan mendapat beban tambahan.

Baca Juga: Mobil Listrik Rp 100 Jutaan? Seres E1 Hadir di GIIAS 2025, Murah Bukan Kaleng-Kaleng!

Tarif Gabungan 27,5% Jadi Sorotan Utama

Salah satu yang paling disoroti Jepang adalah tarif gabungan 27,5 persen untuk kendaraan bermotor.

Angka ini berasal dari tarif lama 2,5 persen yang ditambah tarif baru 25 persen sejak era Trump.

Setiap hari, perusahaan Jepang harus menanggung kerugian besar akibat kebijakan ini—bahkan, menurut Akazawa, beberapa perusahaan rugi hingga 100 juta yen per jam.***

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X