TITIKTEMU.CO - Gencatan senjata antara India dan Pakistan yang sebelumnya disambut sebagai langkah awal menuju perdamaian, resmi berakhir pada Minggu, 11 Mei 2025. Padahal, kesepakatan untuk menghentikan pertempuran baru saja diumumkan beberapa jam sebelumnya.
Laporan menyebutkan bahwa Pakistan diduga melanggar kesepakatan tersebut tak lama setelah penandatanganan.
Pelanggaran ini mencederai harapan banyak pihak akan meredanya ketegangan antar kedua negara.
Baca Juga: Inggris Catatkan Rekor, Tempatkan 6 Tim di Liga Champions. Ini Penjelasannya!
India Siapkan Tindakan Tegas Hadapi Pelanggaran
Menteri Luar Negeri India, Vikram Misri, menyampaikan bahwa militer India telah mendapat instruksi tegas untuk merespons pelanggaran tersebut.
Dalam konferensi pers, Misri menegaskan bahwa India tetap berkomitmen menjaga perjanjian, tetapi tidak akan ragu bertindak jika batas dilanggar.
"Kami meminta Pakistan untuk bertindak bertanggung jawab dan segera mengambil langkah korektif agar situasi tidak memburuk," ujarnya.
Kesepakatan Gencatan Sementara: Diharapkan Jadi Titik Balik
Kesepakatan awal untuk menghentikan baku tembak sebenarnya mulai berlaku pada Sabtu sore, 10 Mei 2025.
Kedua pihak dilaporkan telah menginstruksikan pasukan mereka untuk mematuhi perjanjian tersebut.
Misri juga menyampaikan bahwa pertemuan tingkat tinggi antara petinggi militer kedua negara direncanakan pada 12 Mei pukul 12.00 waktu setempat, dengan harapan bisa mendorong komunikasi lanjutan.
Artikel Terkait
Donald Trump Tuduh Ibu Perdana Menteri Kanada Pernah Berhubungan Seks dengan Semua Personel Rolling Stones
Prabowo Ucapkan Selamat ke Trump, Tekankan Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Hanya Beberapa Jam Setelah Donald Trump Dilantik jadi Presiden, AS Putuskan Keluar dari Anggota WHO, Ini Alasannya
Trump Tetap Ngotot Pindahkan Lakukan Relokasi, Warga Palestina Tetap Ingin Hidup di Antara Sisa Puing-puing
Donald Trump Hentikan Bantuan Medis Obat, Ancaman HIV/AIDS, Malaria, dan TBC Diprediksi Meningkat Pesat
Kebijakan Trump Setop Bantuan Obat Berdampak ke Indonesia, Akankah Angka HIV di Indonesia akan Meningkat?
Trump Ingin Gaza Jadi "Riviera Timur Tengah": Reaksi Dunia, Kecaman dan Penolakan
Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Trump, Ini Dampak dan Langkah yang Dilakukan Pemerintah RI
Donald Trump vs Xi Jinping: Perang Dagang AS-China 2025 Memanas, Tarif Naik dan Kesepakatan Belum Jelas
Menko Airlangga Hartarto Tanggapi Dampak Tarif Trump ; RI dan Jepang Perkuat Kerja Sama Ekonomi Lewat Proyek AZEC, Hadapi Dampak Tarif Trump