hukrim

Rico Tude: Pertikaian di Babarsari karena  Perebutan ‘Lahan Basah’ di Tempat Hiburan

Selasa, 5 Juli 2022 | 23:54 WIB
Rico Tude nenulis di twitter soal penyebab pertikaian di Babarsari (pic/tangkapan layar twitter)

TITIKTEMU.CO - Saat ini Jogyakarta, sering disebut sebagai ‘The Gotham City Tanpa Batman’, karena seringnya terjadi keributan dan pertikaian di daerah itu.

Jogyakarta juga dikenal dengan klitih-nya, karena terjadi sejumlah aksi kenakalan remaja yang membahayakan remaja lainnya.

Rico Tude lewat twitter-nya pada tanggal 5 Juli, menanggapi soal pertikaian di Babarsari, yang berujung dengan korban salah sasaran asal Papua yang cacat permanen.

Baca Juga: Gubernur DIY Minta Aparat Hukum Tegas Menindak Pelaku Peristiwa Babarsari 

Insiden itu membuat mahasiswa Papua di Jogyakarta bergerak untuk meminta Polda DIY segera menangkap pelaku penganiayaan.

Rico Tude yang pernah ngekos di Babarsari menulis: Belakangan gue baru tau, pertikaian antar kelompok asal timur ini sebetulnya ada punya hubungan dgn premanisme. Dan biasanya tawuran terjadi di tempat2 "basah" bagi preman, seperti ruko, diskotik, tempat karaoke, dll.

Kebetulan di Babarsari, Seturan, dan sekitarnya sedang menjamurnya bisnis ruko, diskotik, tempat karaoke, dll.

Baca Juga: Link Nonton Kau dan Dia 2, Film Romansa Remaja Tayang di MAXStream

Suatu waktu, gue dengar desas-desus bahwa preman2 asal Maluku (Kei, Ambon, Tobelo) dan Papua bikin pertemuan untuk menyatukan kekuatan. Pertemuan tsb dilakukan untuk mengakhiri pertikaian anak muda Kei vs Papua pada 2018(?) yg lalu.

Mereka seperti bikin aliansi gitu. Sampai ada grup WA nya yg di dalamnya juga berada ribuan mahasiswa asal Maluku dan Papua. Gue pernah dimasukin ke grup tsb.

Mengapa preman asal NTT gak diajak aliansi? Karena lebih baik bagi preman asal Kei membangun hubungan baik dgn preman sesama Maluku lainnya dan Papua untuk melawan dominasi preman asal NTT.

Baca Juga: Fix! Rekrutan Pertama Manchester United Tyrell Malacia, bek sayap dari Feyenoord

Dan kejadian tawuran, bacok, dsb di Babarsari baru2 ini (meski ada korban salah sasaran) sebetulnya pemicu awalnya dari eksistensi perebutan/mempertahankan lahan basah, krn ada tempat makan mereka (para preman) yg diganggu.

Tentu ada faktor ekonomi, yang membuat mereka menjadi preman untuk bisa hidup. Faktor inilah yang perlu ditelisik oleh para pembuat kebijakan untuk mengatasi persoalan keamanan di Babarsari dan Jogyakarta pada umumnya. ***

Tags

Terkini