TITIKTEMU.CO JOGYAKARTA - Peristiwa yang terjadi di kawasan Babarsari-Seturan, Depok, Sleman dalam beberapa hari terakhir menyita perhatian masyarakat DIY.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X, seperti dilansir instagram @ humasjogja meminta aparat hukum untuk tegas menindak orang-orang yang terlibat dalam kejadian ini. Dan menegaskan agar aparat terus menjaga ketenteraman masyarakat.
Sri Sultan HB X siap jika diminta untuk menjadi mediator kedua belah pihak yang sedang berseberangan. Namun, Gubernur DIY tetap meminta kepada penegak hukum untuk menyelesaikan kasus sesuai aturan yang berlaku.
Baca Juga: Dapat Bantuan dari Presiden Jokowi, Kaum Disabilitas Ingin Tunjukkan Bisa Maju
Tindak pelanggar hukum agar kejadian serupa tidak terulang kembali. “Jogja adalah rumah semua anak bangsa. Di Bumi Mataram ini ruang dialog selalu terbuka. Bangsa Indonesia menanamkan sikap toleran-saling menghargai, tenggang rasa, dan menjaga antar saudara di atas kepentingan diri atau kelompok,” ungkap Sri Sultan HB X.
“Mari kita bersama-sama terus menjaga agar Jogja tetap Istimewa,” ajaknya.
Seperti yang pernah diberitakan TITIKTEMU sebelumnya, pertikaian antar kelompok geng di Glow Karaoke, Babarsari, Jogyakarta, ternyata berbuntut panjang. Karena ada korban salah sasaran dari keributan itu, yaitu salah satu mahasiswa Mimika Baru, Papua, yang sedang kuliah akhir di ITNY.
Baca Juga: Kasus Editan Foto Stupa di Candi Borobudur, Ternyata yang Disita Polisi Bukan Akun Roy Suryo
Keributan yang terjadi di Glow Karaoke Jalan Seturan Caturtunggal, Depok, Sleman, yang melibatkan geng yang diketuai oleh Kece dan geng yang diketuai Louis itu mengakibatkan kerugian material dan korban luka-luka. Bahkan korban salah sasaran menderita cacat permanen.***