hukrim

Negara Rugi Rp 18 milyar Akibat Ulah Sindikat Pemalsu Kartu Prakerja

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:40 WIB
Ditreskrimsus Polda Jawa Barat menangkap Sindikat Pemalsu Data Kartu Prakerja (Humas Polda Jawa Barat)

TITIKTEMU.CO, Bandung - Sindikat pemalsu Kartu Prakerja membobol data base kependudukan yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp18 miliar, dibekuk tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat (Jabar).

Dir Reskrimsus Kombes Pol Arief Rachman di Mapolda Jabar, Bandung, mengatakan pelaku sindikat itu berjumlah empat orang.

Adapun keempat pelaku yang diketahui berinisial AP, AE, RW, dan WG itu diringkus Subdit I (Industri Perdagangan/Indag) Ditreskrimsus Polda Jabar di salah satu hotel di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (4/12).

"Mereka ini membuat Kartu Prakerja fiktif dengan mendapat keuntungan total Rp18 miliar," kata Arief

Baca Juga: Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Jadi 34 Orang, 16 Orang Masih Hilang

Menurutnya pengungkapan itu, bermula dari adanya informasi kebocoran data kependudukan, yang disalahgunakan dan diperjualbelikan secara bebas oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kemudian penyidik Ditreskrimsus menurutnya melakukan penyelidikan dengan patroli siber.

Penyidik juga menemukan petunjuk bahwa aksi tersebut merupakan perbuatan dari sindikat dan bukan perorangan. Penyidik kemudian menemukan petunjuk dari Kartu Prakerja data hasil retasan tersebut.

Baca Juga: KPK Umumkan Penghargaan Pelapor Gratifikasi Inspirasi 2021, Simak Siapa Saja Sosok Penerimanya!

"Mereka diduga melakukan akses ilegal terhadap database (basis data) kependudukan yang digunakan untuk membuat Kartu Prakerja fiktif yang merupakan program pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," kata dia.

Kini empat pelaku beserta barang buktinya telah diamankan di Polda Jawa Barat untuk diminta keterangannya atas perbuatannya.

Sebagaimana diketahui, Program Kartu Prakerja adalah program pemerintah untuk memberikan stimulus pada masyarakat terdampak Covid-19 dan PPKM. Masyarakat akan mendapatkan pembekalan kemampuan serta modal.

Baca Juga: Liga Champions: Laga Terakhir Grup, Barcelona dan Milan Kritis, sementara Grup G Semua Masih Bisa Lolos

Program Kartu Prakerja diluncurkan pada April 2020, saat itu pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 triliun dengan target penerima manfaat sebanyak 5,6 juta orang.

Halaman:

Tags

Terkini