hukrim

Santri Dibakar di Boyolali karena Dituduh Curi HP, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Rabu, 18 Desember 2024 | 12:44 WIB
Santri Dibakar di Boyolali karena Dituduh Curi HP, Apa yang Sebenarnya Terjadi?


TITIKTEMU.CO - Kasus tragis terjadi di Pondok Pesantren Darusy Syahadah, Simo, Boyolali, Jawa Tengah. Seorang santri berinisial SS (16), asal Sumbawa Barat, menjadi korban pembakaran setelah dituduh mencuri handphone. Kejadian ini berlangsung pada Senin malam 16 Desember 2024, sekitar pukul 23.00 WIB. Lokasinya berada di salah satu kamar tamu pesantren tersebut.

Menurut keterangan polisi, insiden ini bermula saat tersangka, Muhammad Galang Setyadarma (21), menginterogasi korban. Tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai guru, mengunci ruangan tempat mereka berada. "Saat menginterogasi korban di dalam satu ruangan itu, ternyata ruangan itu dikunci oleh tersangka," ujar Iptu Joko Purwadi, Kasat Reskrim Polres Boyolali.

Tersangka mendatangi korban setelah mendapatkan laporan dari adiknya, yang juga seorang santri di pesantren tersebut. Adiknya menuduh bahwa handphone miliknya hilang dan menduga korbanlah pelakunya. Namun, tuduhan ini malah berujung pada tindakan brutal yang tak termaafkan.

Baca Juga: Diskusi Bareng Mahasiswa UIN Raden Fatah, CEO Promedia Agus Sulistriyono di BRI CoreLab Palembang: Bisnis Informasi Tak Pernah Mati

Setelah kejadian mengerikan itu, pihak kepolisian segera bertindak. Muhammad Galang Setyadarma kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang menjalani proses pemeriksaan. "Untuk tersangka yang sudah kita amankan dan dalam proses pemeriksaan atas nama Muhammad Galang Setyadarma," kata Iptu Joko.

Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di tempat yang seharusnya menjadi tempat pendidikan agama dan pembentukan karakter. Pondok pesantren dikenal sebagai lingkungan yang aman dan damai, namun tragedi ini memunculkan pertanyaan besar tentang keamanan santri.
Berita ini menyebar dengan cepat, memancing emosi masyarakat dan netizen. Banyak yang mengecam tindakan pelaku dan mempertanyakan bagaimana pengawasan di pesantren tersebut. "Kok bisa kejadian seperti ini di pondok pesantren?" tulis salah satu netizen di media sosial.

Hingga saat ini, SS masih dirawat intensif akibat luka bakar yang dideritanya. Kondisinya terus dipantau oleh tim medis. Dukungan dan doa mengalir deras dari berbagai pihak untuk kesembuhan korban.

Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya edukasi terkait cara menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Selain itu, pengawasan lebih ketat di lingkungan pesantren menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.

Muhammad Galang Setyadarma kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Polisi memastikan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan adil. "Kami akan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku," tegas Iptu Joko.***

Tags

Terkini