TITIKTEMU.CO, - Cap Go Meh adalah akhir dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek.
Cap Go Meh selalu dirayakan setelah dua pekan imlek atau tiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa.
Istilah Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkien “Chap Goh Meh”. Bila diartikan per kata, 'Chap' memiliki arti sepuluh, 'Go' adalah lima, dan 'Meh' berarti malam, yang berarti malam kelima belas.
Baca Juga: Cap Go Meh Puncak Perayaan Tahun Baru Imlek. Awal Mula dan Sejarahnya Begini...
Isitilah ini umum digunakan oleh Tionghoa Indonesia dan Malaysia.
Biasanya, kegiatan yang dilakukan adalah beribadah di vihara atau klenteng saat pagi, dan dilanjutkan dengan pertunjukan barongsai dan kesenian tradisional khas Tionghoa lainnya.
Seperti pada perayaan lainnya, Cap Go Meh juga dimeriahkan tentunya makan-makan dengan berbagai santapan khas.
Baca Juga: Imlek 2573 Khongzili: Semoga Harmoni, Damai dan Sejahtera!
Berikut makanan khas saat perayaan Cap Go Meh yang dikutip TitikTemu.co dari berbagai sumber.
Lontong Cap Go Meh
Lontong Cap Go Meh biasanya hadir dan disajikan dalam rangkaian perayaan penutup Tahun Baru Imlek.
Makanan khas ini juga mengandung perlambang keberuntungan, misalnya lontong yang padat dianggap berlawanan dengan bubur yang encer.
Baca Juga: Kue Keranjang Makanan Khas Imlek yang Penuh Makna, Begini Cara Membuatnya