gaya-hidup

Slow Living Bukan Tren Bule — Ini Alasan Gen Z Indonesia Mulai Memilih Hidup Lebih Pelan

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:52 WIB
Ilustrasi Tren Slow Living Bukan Cuma Milik Bule (Desain AI)

​Sebaliknya, makna hidup justru ditemukan dalam momen-momen sederhana yang sering kali terlewatkan begitu saja.

Baca Juga: Bayar Pakai QRIS Bikin Boros Tanpa Sadar — Ini Bukti Ilmiahnya

​Menikmati secangkir kopi di pagi hari tanpa memegang ponsel adalah salah satu contoh kecil dari praktik ini.

​Menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga tanpa distraksi notifikasi kerjaan juga menjadi kemewahan baru.

Memutus Rantai FOMO demi Kesehatan Mental

​Ketakutan akan tertinggal informasi atau tren yang dikenal sebagai FOMO perlahan mulai ditinggalkan oleh generasi ini.

Baca Juga: Meletakkan Ponsel, Memeluk Insting: Seni Tenang Menjadi Ibu

​Mereka menggantinya dengan JOMO, atau Joy of Missing Out, yaitu rasa damai saat tidak ikut-ikutan tren yang melelahkan.

​Dengan mengurangi kecepatan, Gen Z bisa lebih selektif dalam memilih apa yang benar-benar penting untuk masa depan mereka.

​Keputusan ini berdampak sangat positif terhadap penurunan tingkat stres dan kecemasan yang sering melanda usia muda.

Baca Juga: BCA Buka Pintu untuk Fresh Graduate: Ini Kesempatan Karier yang Sayang Dilewatkan

​Mereka belajar untuk lebih menghargai proses proses bertumbuh daripada sekadar menuntut hasil yang instan.

​Langkah ini juga membuat mereka lebih hemat karena konsumsi barang-barang yang tidak perlu bisa ditekan secara signifikan. 

​Pada akhirnya, slow living di Indonesia adalah tentang bagaimana kita mengambil kendali penuh atas waktu yang kita miliki.

​Ini adalah seni untuk menjalani hidup dengan penuh kesadaran dan menghargai setiap detik yang berharga.

Halaman:

Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB