Padahal banyak yang memiliki empati dalam bentuk berbeda, perhatian pada detail luar biasa, kejujuran tinggi, dan kemampuan mendalam dalam topik tertentu.
Baca Juga: Film Horor Korea Salmokji Meledak di Box Office: Tembus 2 Juta Penonton dan Bangkitkan Tren Horor
Mereka sering melihat pola yang luput dari perhatian orang lain.
Masalah utama sering bukan pada otaknya, tetapi pada lingkungan yang hanya dirancang untuk satu tipe cara berpikir.
Sekolah menuntut semua anak duduk diam lama.
Tempat kerja menilai semua orang harus pandai small talk.
Ruang publik terlalu bising bagi yang sensitif sensorik. Akhirnya, orang neurodivergent dipaksa menyesuaikan diri terus-menerus.
Inilah sebabnya banyak remaja dan dewasa neurodivergent merasa lelah. Mereka bukan lelah karena dirinya salah, tetapi karena harus masking atau menyembunyikan diri agar diterima.
Mereka berusaha terlihat normal sambil menahan stres setiap hari.
Penerimaan berarti berhenti memaksa semua orang menjadi sama.
Anak ADHD mungkin belajar lebih baik dengan gerak aktif.
Siswa autistik mungkin lebih nyaman dengan instruksi jelas dan ruang tenang.
Karyawan neurodivergent mungkin bekerja optimal dengan sistem fleksibel dan komunikasi langsung.
Orang tua juga punya peran penting.
Jangan hanya fokus membuat anak tampak seperti anak lain.