TITIKTEMU.CO - Selama bertahun-tahun, banyak orang melihat ADHD dan autisme hanya sebagai gangguan yang harus diperbaiki.
Anak dianggap nakal karena sulit diam.
Remaja dicap aneh karena sulit bersosialisasi.
Orang dewasa dinilai malas karena sulit fokus pada hal tertentu. Padahal kenyataannya jauh lebih kompleks dari label sederhana itu.
Kini masyarakat mulai bergerak menuju pemahaman baru.
Neurodivergent bukan berarti rusak atau kurang. Istilah ini menggambarkan orang dengan cara kerja otak yang berbeda dari mayoritas.
Perbedaan itu bisa muncul pada perhatian, komunikasi, sensorik, pola belajar, dan cara memproses informasi.
ADHD dan autisme adalah dua contoh yang paling dikenal. Keduanya sering dibahas dengan sudut pandang kekurangan, padahal banyak sisi kekuatan yang jarang terlihat.
Saat lingkungan memahami kebutuhan mereka, potensi itu justru bisa berkembang besar.
Orang dengan ADHD misalnya, sering dianggap tidak fokus.
Padahal banyak dari mereka memiliki rasa ingin tahu tinggi, energi besar, spontanitas, dan kemampuan hyperfocus pada hal yang benar-benar menarik minatnya.
Saat menemukan bidang yang cocok, mereka bisa sangat kreatif dan produktif.
Sementara individu autistik sering disalahpahami sebagai tidak peduli atau dingin.