TITIKTEMU.CO - Banyak orang tua sudah berusaha sebaik mungkin—mengasuh, bekerja, mengurus rumah, dan tetap ingin anak tumbuh bahagia. Justru karena “niatnya baik”, beberapa kebiasaan kecil bisa jadi kesalahan parenting yang sering dilakukan tanpa sadar.
Kabar baiknya: ini bukan soal menyalahkan, tapi soal menyadari pola, lalu memperbaikinya pelan-pelan.
Baca Juga: Gundam Akhirnya Turun ke Dunia Nyata: Film Live Action Resmi Mendarat di Netflix!
1) Aturan yang tidak konsisten
Hari ini boleh, besok dimarahi. Anak jadi bingung: apa yang sebenarnya benar? Konsistensi membantu anak memahami batas dan merasa aman.
Pentingnya pengasuhan positif yang sesuai tahap perkembangan, termasuk rutinitas dan arahan yang jelas.
Perbaiki: pilih 3–5 aturan inti (mis. sopan, aman, bereskan mainan) dan terapkan bersama pasangan/pengasuh.
2) Disiplin dengan teriakan, mempermalukan, atau “labeling”
Saat lelah, orang tua mudah terpancing berkata “kamu nakal banget” atau membentak.
Padahal, American Academy of Pediatrics menjelaskan strategi disiplin yang “aversif” seperti yelling/shaming itu minim efektif jangka pendek dan tidak efektif jangka panjang.
Perbaiki: ganti label dengan deskripsi perilaku: “Mama tidak suka kalau kamu memukul. Tangan untuk lembut.”
3) Hukuman fisik (memukul/menjewer)
Masih sering dianggap “biar kapok”, padahal AAP menegaskan hukuman fisik berisiko terkait hasil negatif pada perilaku dan emosi anak.
Perbaiki: gunakan konsekuensi logis (mainan disimpan jika dipakai melempar), time-out yang tepat usia, dan penguatan positif.