TITIKTEMU.CO - Di tengah gaya hidup serba cepat dan konsumtif, muncul tren baru yang justru bergerak ke arah sebaliknya, yaitu gaya hidup homestead.
Belakangan, istilah ini ramai di media sosial setelah sepasang suami istri asal Klaten, Sri Widodo dan Nurul Fitri Hidayanti, viral karena memilih hidup mandiri dengan bercocok tanam dan beternak di rumah mereka.
Pasangan ini telah menerapkan gaya hidup homestead sejak 2017. Mereka menanam sayuran, buah-buahan, memelihara ayam dan hewan ternak lain untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Soft Life vs Realita Hidup: Impian Hidup Tenang di Tengah Harga Melonjak, Masih Masuk Akal?
Tidak hanya itu, mereka juga mengolah kembali semua limbah rumah tangga menjadi pupuk organik dan pakan ternak. Otomatis, mereka tidak pelru keluar biaya lagi untuk pupuk dan pakan.
Sekilas, cara hidup mereka mirip dengan kebiasaan orang tua zaman dulu. Namun kini, homestead hadir dengan wajah modern, memadukan teknologi, kesadaran lingkungan, dan keinginan untuk hidup berkelanjutan.
Apa Itu Gaya Hidup Homestead?
Dikutip dari Homebiogas, homestead merupakan gaya hidup yang menekankan kemandirian, keberlanjutan, dan swasembada pangan dengan memanfaatkan sumber daya di sekitar rumah.
Do it yourself menjadi inti dari gaya hidup homestead, di mana kita dituntut untuk melakukan berbagai hal sendiri tanpa terlalu bergantung pada pasar atau produk industri.
Gaya hidup homestead biasanya dalam bentuk menanam sayur, buah, dan hasil bumi untuk konsumsi sehari-hari, memelihara ayam, kambing, ikan, atau hewan ternak lain.
Bentuk lain adalah mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk atau kompos, yang sekaligus menghemat energi dengan menggunakan sumber daya alami, seperti panel surya atau sistem biogas.
Tujuannya bukan hanya untuk berhemat, tapi juga untuk hidup lebih sederhana, ramah lingkungan, dan bebas dari tekanan konsumsi yang berlebihan.
Baca Juga: Produktif Tanpa Burnout: Seni Menjaga Mental Health di Era Persaingan Kerja
Tren yang Tumbuh dari Pandemi