Kenapa Pasangan yang Sering Bertengkar Justru Bisa Lebih Awet? Ini Alasannya

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 31 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Penelitian Gottman menemukan bahwa sikap defensif, keras kepala, dan menarik diri dari interaksi justru berkaitan dengan penurunan kepuasan pernikahan dalam jangka panjang.

Jadi, “kami sering bertengkar” tidak cukup untuk menyimpulkan sebuah hubungan sehat. Yang perlu dilihat adalah kualitas konfliknya.

Baca Juga: Hercules Muncul Saat Kerusuhan Usai Demo DPR, GRIB Jaya Ungkap Alasan Turun ke Jalan

Jangan Sampai Pertengkaran Berubah Menjadi Serangan

Bertengkar boleh. Menghina pasangan bukan solusi.

Kalimat seperti “Kamu memang selalu begitu” biasanya tidak menyelesaikan masalah. Lebih berguna jika pembicaraan diarahkan pada perilaku dan perasaan, misalnya menjelaskan bahwa suatu tindakan membuat diri sendiri merasa diabaikan.

Pasangan juga perlu tahu kapan harus berhenti sejenak. Riset tentang interupsi singkat dalam konflik pernikahan menunjukkan bahwa cara pasangan memaknai dan menjalani intervensi selama konflik perlu diperhatikan, bukan sekadar memaksa percakapan terus berjalan.

Baca Juga: Bukan Cuma Startup AI, 8 Perusahaan Indonesia Ini Tembus Forbes Asia 100 to Watch 2026

Pada akhirnya, hubungan ideal bukan hubungan tanpa suara tinggi, perbedaan pendapat, atau wajah cemberut. Hubungan yang lebih matang adalah hubungan yang tahu bagaimana kembali duduk di meja yang sama setelah perdebatan selesai.

Karena pasangan yang awet bukan selalu mereka yang tidak pernah bertengkar. Bisa jadi, mereka hanya sudah belajar bahwa memenangkan pertengkaran tidak sepenting mempertahankan orang yang sedang diajak bertengkar.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X