Penelitian Gottman menemukan bahwa sikap defensif, keras kepala, dan menarik diri dari interaksi justru berkaitan dengan penurunan kepuasan pernikahan dalam jangka panjang.
Jadi, “kami sering bertengkar” tidak cukup untuk menyimpulkan sebuah hubungan sehat. Yang perlu dilihat adalah kualitas konfliknya.
Baca Juga: Hercules Muncul Saat Kerusuhan Usai Demo DPR, GRIB Jaya Ungkap Alasan Turun ke Jalan
Jangan Sampai Pertengkaran Berubah Menjadi Serangan
Bertengkar boleh. Menghina pasangan bukan solusi.
Kalimat seperti “Kamu memang selalu begitu” biasanya tidak menyelesaikan masalah. Lebih berguna jika pembicaraan diarahkan pada perilaku dan perasaan, misalnya menjelaskan bahwa suatu tindakan membuat diri sendiri merasa diabaikan.
Pasangan juga perlu tahu kapan harus berhenti sejenak. Riset tentang interupsi singkat dalam konflik pernikahan menunjukkan bahwa cara pasangan memaknai dan menjalani intervensi selama konflik perlu diperhatikan, bukan sekadar memaksa percakapan terus berjalan.
Baca Juga: Bukan Cuma Startup AI, 8 Perusahaan Indonesia Ini Tembus Forbes Asia 100 to Watch 2026
Pada akhirnya, hubungan ideal bukan hubungan tanpa suara tinggi, perbedaan pendapat, atau wajah cemberut. Hubungan yang lebih matang adalah hubungan yang tahu bagaimana kembali duduk di meja yang sama setelah perdebatan selesai.
Karena pasangan yang awet bukan selalu mereka yang tidak pernah bertengkar. Bisa jadi, mereka hanya sudah belajar bahwa memenangkan pertengkaran tidak sepenting mempertahankan orang yang sedang diajak bertengkar.***
Artikel Terkait
Generasi Sandwich Jilid 2: Milenial Nanggung Ortu dan Anak Sekaligus, Sampai Kapan?
Brimob Disebut Kawal Rombongan GRIB Jaya, Polisi Bilang Itu Patroli: Mana yang Benar?
Hercules Turun Saat Kerusuhan Demo DPR, Satu Pertanyaan Ini Masih Menggantung
Hercules Muncul Saat Kerusuhan Usai Demo DPR, GRIB Jaya Ungkap Alasan Turun ke Jalan
Job Fair Kubar Sudah Selesai, Tapi 355 Pencari Kerja Masih Berjuang Dapat Kursi di Perusahaan
Mau Punya Pengalaman di Dunia Pajak? Pendaftaran Relawan Pajak 2027 Resmi Dibuka
Bali Butuh Listrik Lebih Kuat, PLN Buka Tender PLTGU 900 MW—Apa yang Dibangun?