Magang Tanpa Gaji Masih Legal? Ini Alasan Gen Z Sulit Bilang “Tidak”

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:51 WIB
Ilustrasi Magang Tanpa Gaji Masih Legal? Ini Alasan Gen Z Sulit Bilang “Tidak” (Desain AI )
Ilustrasi Magang Tanpa Gaji Masih Legal? Ini Alasan Gen Z Sulit Bilang “Tidak” (Desain AI )

Masalahnya Lebih Besar dari Sekadar Gaji

Magang tanpa bayaran juga berkaitan dengan persoalan ekonomi yang lebih luas.

Tidak semua anak muda memiliki kondisi keluarga yang memungkinkan mereka bekerja gratis selama tiga atau enam bulan. Peserta yang tinggal dekat kantor mungkin hanya perlu memikirkan transportasi. Sebaliknya, mahasiswa dari luar kota harus membayar kos, makan, transportasi, dan kebutuhan lain.

Baca Juga: Slow Living Bukan Tren Bule — Ini Alasan Gen Z Indonesia Mulai Memilih Hidup Lebih Pelan

Akibatnya, kesempatan magang berkualitas bisa lebih mudah diakses oleh mereka yang punya dukungan finansial keluarga.

Yang lain mungkin terpaksa memilih antara mengambil pengalaman gratis atau mencari pekerjaan yang menghasilkan uang.

Bagaimana Membedakan Magang dan Eksploitasi?

Calon peserta perlu melihat isi program, bukan hanya nama posisinya.

Tanyakan apakah ada mentor, kurikulum, tujuan pembelajaran, durasi yang jelas, evaluasi, serta kompensasi atau uang saku yang sesuai ketentuan.

Baca Juga: Tren Smart Home 2026: Investasi Hemat Energi atau Sekadar Pemborosan Gaya Hidup?

Regulasi pemagangan sendiri memang mengatur keberadaan program, pembimbing, jaminan sosial, uang saku, dan sertifikat bagi peserta.

Kalau sebagian besar waktunya hanya digunakan untuk mengerjakan pekerjaan rutin tanpa pembinaan, itu patut dipertanyakan.

Gen Z Tidak Harus Memilih antara Pengalaman dan Harga Diri

Pengalaman kerja memang penting. Tetapi pengalaman seharusnya menjadi jembatan menuju karier, bukan alasan untuk membuat anak muda merasa harus menerima apa pun.

Baca Juga: Tren Wearable Anak 2026: Alat Bantu Pantau Kesehatan Buah Hati atau Sekadar Gengsi Parenting?

Bagi mahasiswa dan fresh graduate, magang tetap bisa menjadi investasi karier. Namun, perusahaan juga perlu ingat bahwa “belum berpengalaman” bukan berarti tenaga seseorang tidak memiliki nilai.

Karena pada akhirnya, persoalan magang tanpa gaji bukan sekadar tentang nominal di rekening.

Ini tentang siapa yang memiliki pilihan, siapa yang terpaksa menerima, dan bagaimana sistem kerja memperlakukan mereka yang baru mencoba masuk ke dalamnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X