Decluttering Itu Privilege: Kenapa Minimalisme Tidak Bisa Dinikmati Semua Orang

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:20 WIB
Ilustrasi Decluttering tak selalu mudah bagi semua orang. (Desain AI )
Ilustrasi Decluttering tak selalu mudah bagi semua orang. (Desain AI )

Ruang Sempit Bukan Berarti Barang Berlebihan

Ironisnya, keluarga yang tinggal di rumah kecil sering dianggap terlalu banyak menumpuk barang. Padahal, keterbatasan ruang membuat barang tampak lebih padat dibanding rumah yang luas.

Masalahnya bukan selalu jumlah barang, tetapi ukuran tempat tinggal.

Baca Juga: Tanpa Stark dan Teman, Kenapa Peter Parker Justru Jadi Jauh Lebih Mengerikan di Spider Man 2026?

Budaya "Jangan Dibuang Dulu"

Di banyak keluarga Indonesia, barang bekas memiliki siklus hidup yang panjang. Baju kakak diwariskan kepada adik, meja lama diperbaiki, dan botol kaca dipakai kembali sebagai wadah.

Kebiasaan ini sering dianggap kuno, padahal justru mencerminkan efisiensi penggunaan sumber daya.

Minimalisme Bukan Sekadar Estetika

Tren minimalis di media sosial sering menampilkan ruangan kosong dengan furnitur seragam dan warna netral. Padahal, menciptakan tampilan seperti itu sering membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Buka Suara! Alasan PDIP Tolak Merapat ke Prabowo Meski Mengaku Satu Hati

Mengganti furnitur lama dengan desain minimalis, membeli kotak penyimpanan baru, atau merenovasi ruangan jelas bukan pengeluaran kecil.

Di sisi lain, penelitian tentang perilaku konsumsi menunjukkan bahwa kelompok berpenghasilan rendah cenderung memaksimalkan umur pakai barang sebagai bentuk penghematan. Dari sudut pandang lingkungan, kebiasaan memakai ulang barang bahkan dapat membantu mengurangi limbah.

Artinya, hidup sederhana tidak selalu identik dengan rumah yang terlihat kosong.

Decluttering Tetap Berguna, Asalkan Realistis

Bukan berarti decluttering adalah tren yang buruk. Merapikan barang tetap memiliki manfaat bagi kesehatan mental dan kenyamanan rumah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X