Kawasan seperti pusat kota, area heritage, hingga beberapa taman tematik menunjukkan bagaimana perencanaan kota dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif berjalan kaki.
Baca Juga: Lupakan Bali Dulu, Ini Kota-Kota WFA yang Lebih Nyaman dan Ramah Kantong
Surabaya: Infrastruktur yang Mulai Berpihak pada Pejalan Kaki
Surabaya termasuk kota yang cukup konsisten memperluas fasilitas pedestrian.
Pemerintah kota telah mengembangkan trotoar yang lebih lebar di berbagai ruas jalan utama serta memperbanyak ruang terbuka hijau yang dapat diakses dengan berjalan kaki.
Terintegrasi dengan Transportasi Publik
Salah satu kunci kota ramah pejalan kaki adalah kemudahan berpindah moda transportasi. Surabaya mulai menunjukkan perkembangan melalui integrasi jalur pedestrian dengan halte dan fasilitas transportasi umum.
Hal ini membuat perjalanan tidak harus selalu bergantung pada kendaraan pribadi.
Baca Juga: Mau Pensiun Dini? Ini Kota Terbaik untuk FIRE di Indonesia
Jakarta: Belum Sempurna, Tapi Bergerak ke Arah yang Benar
Jakarta mungkin bukan kota pertama yang muncul dalam benak ketika membicarakan walkability. Namun perubahan dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan.
Revitalisasi trotoar, pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD), serta integrasi MRT, LRT, dan TransJakarta mulai menciptakan pengalaman berjalan kaki yang lebih baik dibanding satu dekade lalu.
Meski tantangan masih besar, terutama terkait cuaca, kepadatan penduduk, dan konsistensi infrastruktur, arah pengembangannya menunjukkan tren positif.
Baca Juga: Kota Tier 2 Indonesia yang Diam-Diam Jadi Incaran Profesional Muda
Mengapa Kota Ramah Pejalan Kaki Penting?
Penelitian urban menunjukkan bahwa lingkungan yang walkable berkaitan dengan peningkatan aktivitas fisik, kesehatan mental yang lebih baik, serta penurunan emisi kendaraan.
Selain manfaat kesehatan, kota yang mendukung aktivitas berjalan kaki juga cenderung memiliki interaksi sosial yang lebih tinggi dan kualitas ruang publik yang lebih hidup.
Dengan kata lain, trotoar bukan sekadar fasilitas pelengkap. Ia adalah bagian penting dari kualitas hidup sebuah kota.
Artikel Terkait
Kota dengan Biaya Hidup Paling Rendah tapi Fasilitas Tetap Lengkap, Cocok untuk Remote Worker
Amanda Manopo Tak Lagi Diam, Beri Deadline 7 Hari untuk Penyebar Fitnah: Apa yang Terjadi Setelahnya?
Kota-Kota Ini Punya Udara Paling Bersih di Indonesia — Cek Datanya
Slow Living Bukan Tren — Ini Kota yang Sudah Lama Menjalaninya
Agent Kim Reactivated, Drama Korea yang Membuktikan Ayah Biasa Bisa Jadi Senjata Paling Berbahaya
Pertamina Pride Masih Terjebak di Hormuz, Ada Apa di Balik Upaya Pemulangannya yang Tak Kunjung Tuntas?
Dituduh Curi Raket Padel, Karyawan Ini Alami 2 Hari Mencekam dan Dipaksa Bayar Rp50 Juta