TITIKTEMU.CO – Membuat resolusi setiap pergantian tahun kerap dianggap kebiasaan modern. Padahal, jauh sebelum kalender masehi, manusia sudah menjadikan awal tahun sebagai momen refleksi, janji, dan harapan baru.
Dari Babilonia kuno hingga era modern, resolusi Tahun Baru terus berevolusi mengikuti zaman. Tradisi ini tetap bertahan dan dilakukan lintas generasi hingga kini.
Begitulah, setiap awal tahun, banyak orang menuliskan resolusi: melakukan diet ketat, hidup lebih sehat, menjadi pribadi lebih baik, meski biasanya sering berakhir hanya sebagai daftar niat.
Baca Juga: Tradisi Makan 12 Anggur di Bawah Meja Saat Tahun Baru, Benarkah Bisa Datangkan Keberuntungan?
Menariknya, kebiasaan membuat resolusi ternyata bukan fenomena kekinian. Akar sejarahnya dapat ditelusuri hingga hampir 4.000 tahun lalu, yaitu di masa peradaban Babilonia kuno.
Menurut Profesor sejarah kuno dan Kekristenan awal dari University of Birmingham, Candida Moss, keinginan untuk memulai dari awal adalah dorongan yang sangat manusiawi.
Sejak dulu, manusia menjadikan pergantian tahun sebagai penanda waktu untuk mengevaluasi diri dan menyusun rencana baru. Tradisi ini berkembang menjadi resolusi Tahun Baru seperti yang dikenal sekarang.
Baca Juga: Bukan Sekadar Anggur: Ritual 12 Buah di Bawah Meja yang Dipercaya Mengundang Hoki Tahun Baru
Awal Mula dari Babilonia Kuno
Berdasarkan catatan sejarah, termasuk National Geographic, bangsa Babilonia merupakan salah satu peradaban pertama yang merayakan Tahun Baru secara terstruktur.
Mereka menggelar festival keagamaan yang dikenal sebagai Akitu, biasanya berlangsung selama beberapa hari dan berkaitan erat dengan siklus pertanian serta titik balik musim semi.
Profesor bahasa dan peradaban Timur dari Yale University, Eckart Frahm, menyebut festival Tahun Baru di Babilonia sarat dengan ritual religius.
Baca Juga: Malam Tahun Baru Tanpa Layar: Cara Keluarga Kembali Benar-Benar Hadir
Masyarakat mengucapkan rasa syukur kepada para dewa atas panen yang melimpah sekaligus memohon perlindungan untuk tahun yang akan datang. Dalam konteks inilah, janji atau sumpah kepada para dewa diucapkan.
Artikel Terkait
Malam Tahun Baru 2026, Pemprov DKI Tutup 33 Ruas Jalan Jakarta Mulai Pukul 18.00 WIB, Simak Daftarnya di Sini!
Menulis Harapan di Lembaran Baru: Inspirasi Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 yang Menggetarkan Hati
Sambut Tahun Baru 2026, Pemprov DKI Gratiskan TransJakarta, MRT, dan LRT
55 Resolusi Tahun Baru 2026 yang Realistis dan Mudah Dicapai, Bangun Semangat dari Hal Sederhana
Refleksi Tahun Baru: Menata Masa Depan dengan Takwa dan Muhasabah
25 Lagu Tahun Baru 2026 yang Wajib Masuk Playlist, Bikin Malam Pergantian Tahun Makin Meriah