Biji kopi dalam kotoran luwak ini kemudian dipunguti, dicuci, disangrai, ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas. Maka, terciptalah kopi luwak yang nikmat dan aromatik.
Tak butuh waktu lama, kopi luwak pun menjadi kegemaran orang-orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses pembuatannya yang tidak lazim, kopi luwak pun menjadi kopi paling mahal sejak zaman kolonial.
Baca Juga: Mengenal Kopi Geisha, Kopi Termahal Primadona Coffee Lover dan Barista
Kenapa Kopi Luwak Bisa Sangat Mahal?
Banyak orang mungkin bertanya, kenapa harga kopi luwak bisa selangit? Ada beberapa alasan yang membuat kopi ini jadi salah satu yang paling mahal di dunia:
Produksi terbatas: Jumlah biji kopi yang bisa dihasilkan luwak tidak banyak. Prosesnya alami dan tidak bisa dipaksakan, sehingga stok kopi luwak selalu terbatas.
Kualitas buah kopi terbaik: Luwak dikenal selektif. Mereka hanya memakan buah kopi terbaik, sehingga secara alami membantu menyortir biji kopi berkualitas tinggi.
Rasa yang unik: Karena ada proses fermentasi dalam perut luwak, cita rasa kopi luwak berbeda dengan kopi biasa. Rasanya lebih halus, aroma lebih kompleks, dan tingkat kepahitan jauh lebih rendah.
Nilai budaya dan eksotisme: Kopi luwak bukan sekadar minuman, tapi sudah menjadi bagian dari budaya. Nilai eksotis inilah yang membuat banyak turis asing rela membayar mahal.
Bagi pecinta kopi sejati, rasa kopi luwak memang sulit dibandingkan dengan kopi biasa. Ciri khas utamanya tidak terlalu pahit, lembut, kaya aroma, dan memiliki aftertaste yang halus.
Beberapa catatan rasa yang sering muncul dari kopi luwak adalah:
Rasa earthy atau seperti tanah
Sedikit manis alami
Tekstur halus dan creamy
Hampir tidak ada rasa getir di tenggorokan
Artikel Terkait
Biar Nggak Salah Pesan, Kenali 7 Menu Kopi yang Biasa Ada di Coffee Shop Ini
Pilih Kopi Robusta atau Arabika? Cek Perbedaan dan Manfaatnya untuk Kesehatan
Mengenal 7 Karakteristik Kopi Nusantara, dari Gayo hingga Papua Wamena
Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula Setiap Hari, Kuncinya Jangan Berlebihan!
Uniknya Kopi Liar Dan Merah Yang Jadi Komoditas Premium Ngargoretno