“Sistem ini digunakan untuk mendeteksi penipuan, mengevaluasi risiko, dan mendukung produk-produk BRI,” jelasnya
Selain itu, AI juga diintegrasikan ke dalam layanan pintar di semua lini, mulai dari back office hingga front office, tujuannya tak lain untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan hasil operasional secara menyeluruh.
Meskipun demikian, Arga tetap menekankan perlunya prinsip kehati-hatian dan governance dalam menggunakan AI agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan. “AI memberikan benefit tapi jangan gelap mata dalam pemanfaatan AI. Kita menggunakan AI tetap harus melihat value yang dihasilkan,” pungkas Arga.***
Artikel Terkait
AI Jadi Tren Baru Kampanye Politik?
Hindari Modus Penipuan, BRI Gandeng Vidi Aldiano Edukasi Masyarakat Lewat Lagu
Beredar Penipuan Undian Berhadiah, BRI Ungkapan. Cara Bedakan BRImo FSTVL yang Asli dan Palsu!
Hati-Hati! Aplikasi “Open AI” Diduga Penipuan Berkedok Investasi, Cek Kebenarannya!
Modus Penipuan Perbankan Kembali Marak, BRI Imbau Masyarakat Tidak Terkecoh Tagihan Pajak Berekstensi APK
BRI Telah Salurkan KUR Senilai Rp 175,66 Triliun per November 2024, Bukti Nyata Implementasi Asta Cita dalam Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan