Pilih mainan atau alat yang sederhana, seperti balok kayu, puzzle, atau alat musik kecil.
Hindari barang yang terlalu berwarna atau berbunyi keras karena bisa mengalihkan fokus anak.
Baca Juga: Lowongan kerja PT Garuda Indonesia Khusus untuk Perempuan Lulusan S1 semua jurusan
2. Ajarkan Kemandirian Melalui Aktivitas Sehari-Hari
Montessori percaya bahwa anak-anak belajar banyak dari aktivitas sehari-hari.
Libatkan mereka dalam tugas-tugas kecil, seperti menata meja makan, menyiram tanaman, atau merapikan mainan mereka.
Selain melatih kemandirian, ini juga membantu mereka merasa dihargai dan menjadi bagian penting dari keluarga.
Misalnya, Anda bisa memberi anak cangkir plastik untuk minum sendiri atau minta mereka memilih pakaian yang ingin dipakai.
3. Hargai Proses, Bukan Hasil
Dalam metode Montessori, fokusnya adalah pada proses belajar, bukan hasil akhirnya.
Ketika anak mencoba menyelesaikan sebuah tugas, berikan apresiasi pada usahanya, bukan hanya keberhasilannya.
Contohnya, jika mereka mencoba memasukkan benang ke dalam jarum besar, pujilah ketekunan mereka meskipun belum berhasil.
4. Biarkan Anak Bereksplorasi
Anak-anak secara alami memiliki rasa ingin tahu yang besar.
Artikel Terkait
Jurnalis Jadi Pengusaha Media di Era Digital Bukan Impian Lagi. Kuncinya Sinergi dan Kolaborasi!
Orang Tua Wajib Tahu! Ini 5 Tips Menjaga Anak di Era Digital
11 September Jadi Hari Radio Nasional, Ini Perbedaan Radio dengan Podcast di Era Digital
Jadi Pengusaha Media Adalah Salah Satu Solusi. CEO Promedia Ungkap Cara Hidup Mandiri di Era Digital di Depan Mahasiswa UNDIP
Corelab BRI Journalism 360: Promedia Ajak Mahasiswa Berani Jadi Pengusaha Media Lewat Bincang Bisnis Era Digital di Kampus FISIP UNDIP Semarang
Mendidik Anak di Era Digital: Tantangan dan Solusi untuk Orang Tua Milenial
UGM dan Kemendag Berkolaborasi: Mengakselerasi UMKM Indonesia di Era Digital
Cara Mengatasi Overthinking dan Menemukan Ketenangan di Era Digital
Membangun Kebiasaan Positif: Kunci Sukses untuk Gen Z di Era Digital