TITIKTEMU.CO - Apakah Nisfu Syaban memiliki amalan dan keutamaan khusus dalam Islam? Malam Nisfu Syaban, yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban, memiliki keistimewaan tersendiri dalam agama Islam.
Bulan Syaban sendiri merupakan bulan yang paling dimuliakan setelahnya, yaitu bulan suci Ramadan.
Malam Nisfu Syaban juga dikenal sebagai malam yang penuh rahmat dan ampunan. Dalam Islam, malam ini memiliki hukum sunnah yang dianjurkan untuk dihidupkan.
Bulan Syaban diambil dari kata Nisfu yang berarti setengah dalam bahasa Arab, sedangkan Syaban merupakan nama bulan dalam penanggalan Islam.
Bulan ini dinanti-nantikan karena memiliki banyak keistimewaan, termasuk dalam hal ibadah.
Nabi sendiri memuliakan bulan Syaban dengan memperbanyak ibadah, seperti mengerjakan puasa dan mendekatkan diri kepada sang Pencipta.
Baca Juga: Mengapa Nisfu Syaban Dianggap Istimewa dalam Islam?
Banyak kemuliaan dan anjuran untuk memperbanyak ibadah sunnah, seperti puasa, dzikir, shalawat, dan salat sunnah lainnya, terdapat di bulan ini.
Salah satu waktu yang harus diperhatikan pada bulan Syaban adalah malam ke-15, yang dikenal sebagai malam Nisfu Syaban.
Imam Syihabuddin Ahmad Al-Burullusi al-Mishir menjelaskan bahwa menghidupkan malam Nisfu Syaban hukumnya sunnah seperti menghidupkan malam hari raya, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam Nisfu Syaban antara lain adalah mengerjakan shalat Isya berjamaah dan membulatkan tekad untuk salat Subuh berjamaah. Selain itu, berdzikir dan shalat tasbih juga dianjurkan.
Pendapat dari Imam Syihabuddin Ahmad Al-Burullusi al-Mishir ini didukung oleh hadits dalam Shahih Ibnu Hibban yang menyatakan bahwa Allah SWT memperhatikan makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban dan mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang kafir dan orang yang bermusuhan.
Meskipun sebagian ulama menilai hadits mengenai keutamaan Nisfu Syaban sebagai hadis dhaif, namun mayoritas ulama membolehkan pengamalan hadits dhaif untuk fadhail a’mal.