Tokoh dan penokohan dalam novel ini tidak diperlihatkan secara jelas, mana tokoh yang protagonis dan mana yang antagonis. Setiap karakternya ditunjukkan kebaikan dan keburukannya masing-masing. Seolah-olah ingin memperlihatkan bahwa manusia tidak sepenuhnya sempurna, pasti ada sifat baik dan buruknya. Namun, dari berbagai tokoh, keluarga Gadis Kreteklah yang menarik perhatian saya, terutama ayah dan ibunya, Idroes Moeria dan Roemaisa.
Kehidupan yang dijalani keluarga Idroes Moeria tidaklah mudah. Jatuh bangun kehidupan tidak lantas membuat Idroes Moeria, Roemaisa (istrinya), Dasiyah/Jeng Yah (putri pertama), dan Rukayah (putri kedua) menyerah dengan nasib.
Idroes Moeria adalah laki-laki yang pandai menangkap peluang bisnis, cepat belajar, tidak cepat puas, selalu mempunyai ide cemerlang dan strategi jitu dalam mengembangkan bisnisnya. Sebelumnya ia hanya seorang buruh rokok tetapi berkat mimpi dan ambisinya yang besar ia berhasil menjadi pengusaha rokok.
Baca Juga: INFO LOKER : PT Virama Karya BUMN. Mungkin Kamu yang Dicari, Yuk Segera Daftar Sebelum 31 Juli 2022
Ketika usaha yang dirintisnya mulai maju, ia ditangkap oleh penjajah dan di bawa ke Surabaya. Bisnisnya pun berhenti. Ia harus berpisah dengan istri dan calon anaknya. Namun, setelah kemerdekaan ia dibebaskan.
Lalu ia bersama istrinya bangkit lagi membangun kerajaan bisnis rokok. Berkat pengamatannya yang jeli saat dipenjara, ia menjadi tahu bahwa ada jenis rokok selain klobot. Ia pun tidak menjual Klobot Djobojojo lagi melainkan rokok Kretek Merdeka.
“Idroes Moeria punya cita-cita, ia ingin menjadi pelopor pembaharuan industri kretek di Kota M. Ia akan menjadi ‘orang pertama yang memikirkan untuk melakukan ini-itu’, dan pengusaha kretek lainnya di Kota M akan mengikuti jejaknya.” (hlm 95).
Saya salut dan kagum dengan sosok Roemaisa. Sebelumnya ia digambarkan sebagai putri juru tulis, lemah lembut, halus budi tetapi peristiwa hilangnya suaminya tanpa kabar—yang menurut informasi suaminya itu diculik oleh penjajah—menjadi titik baliknya.
Mulanya ia sempat depresi, stres hingga membuatnya keguguran. Sudah jatuh ketimpa tangga pula. Namun, suatu hari ia bangkit dari keterpurukannya. Ia yakin suaminya masih hidup dan pasti akan kembali. Ia berubah menjadi wanita yang kuat dan tegar. Sambil menunggu suaminya, ia pun melanjutkan bisnis suaminya dengan menjual Klobot Djojobojo ke toko Apotek.
Tokoh Dasiyah alias Jeng Yah merupakan sosok putri yang mewarisi kecerdasan dan kecantikan ibunya, serta kegigihan dari ayahnya. Ia digambarkan sebagai seorang gadis yang berani, tegas, bijak, sekaligus membuat orang di sekitarnya menaruh hormat padanya. Ia lihai dalam melinting kretek dan memiliki insting yang bagus dalam mengembangkan usaha dagangnya. Ia tak kalah mengagumkan dengan ayahnya.
Kemudian Rukayah, putri bungsu Idroes Moeria dan Roemaisa. Mulanya saya masih meraba-raba karakter Rukayah. Porsinya sangat sedikit, ia hanya dikisahkan sebagai adik Dasiyah yang selalu mengikuti apa yang dilakukan oleh Mbak Yunya itu. Namun, menjelang akhir kisah saya menjadi kagum dengan kebijaksanaannya.
Kekuatan novel ini terletak pada ide cerita dan racikan yang apik yang dilakukan oleh penulis. Saya tidak menyangka rokok kretek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dapat disulap menjadi novel yang luar biasa keren. Ia mampu memadukan antara cinta, keluarga, bisnis dalam balutan sejarah dan budaya.
Tidak heran jika berkat novel ini Ratih Kumala masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award 2012. Lebih dari itu, novel ini juga telah dialihbahasakan dalam dua versi, yakni bahasa Jerman dengan judul Das Cigarettenmadchen (Culturbooks, 2015) dan bahasa Inggris Cigarette Girl (Moonsoon Books, UK, 2017).
Artikel Terkait
7 Fakta Menarik Film KKN di Desa Penari, Lokasi Masih Menjadi Teka-teki
Film Pengabdi Setan 2: Communion Lebih Mencekam, Ini Sinopsis dan Jadwal Tayang
5 Film Horor Terlaris dari KKN di Desa Penari Sampai Danur, Ini Peringkatnya
6 Film Iko Uwais, Semuanya tentang Perang Antar Geng
Tayang di Bioskop, Ini Sinopsis Film Ranah 3 Warna Sekuel Negeri 5 Menara
Link Nonton Kau dan Dia 2, Film Romansa Remaja Tayang di MAXStream
Tayang Bulan Juli, Ini 5 Rekomendasi Film Indonesia yang Cocok Ditonton Saat Akhir Pekan