Penulis Resensi Ini Beri Rating 4.2*/5* untuk Novel “Gadis Kretek”. E-novel Ini Bisa Dibaca di @ipusnas

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Sabtu, 16 Juli 2022 | 04:26 WIB
Sampul baru novel "Gadis Kretek" karya Ratih Kumala (pic/gramedia.com)
Sampul baru novel "Gadis Kretek" karya Ratih Kumala (pic/gramedia.com)

Tokoh dan penokohan dalam novel ini tidak diperlihatkan secara jelas, mana tokoh yang protagonis dan mana yang antagonis. Setiap karakternya ditunjukkan kebaikan dan keburukannya masing-masing. Seolah-olah ingin memperlihatkan bahwa manusia tidak sepenuhnya sempurna, pasti ada sifat baik dan buruknya. Namun, dari berbagai tokoh, keluarga Gadis Kreteklah yang menarik perhatian saya, terutama ayah dan ibunya, Idroes Moeria dan Roemaisa.

Kehidupan yang dijalani keluarga Idroes Moeria tidaklah mudah. Jatuh bangun kehidupan tidak lantas membuat Idroes Moeria, Roemaisa (istrinya), Dasiyah/Jeng Yah (putri pertama), dan Rukayah (putri kedua) menyerah dengan nasib.

Idroes Moeria adalah laki-laki yang pandai menangkap peluang bisnis, cepat belajar, tidak cepat puas, selalu mempunyai ide cemerlang dan strategi jitu dalam mengembangkan bisnisnya. Sebelumnya ia hanya seorang buruh rokok tetapi berkat mimpi dan ambisinya yang besar ia berhasil menjadi pengusaha rokok.

Baca Juga: INFO LOKER : PT Virama Karya BUMN. Mungkin Kamu yang Dicari, Yuk Segera Daftar Sebelum 31 Juli 2022

Ketika usaha yang dirintisnya mulai maju, ia ditangkap oleh penjajah dan di bawa ke Surabaya. Bisnisnya pun berhenti. Ia harus berpisah dengan istri dan calon anaknya. Namun, setelah kemerdekaan ia dibebaskan.

Lalu ia bersama istrinya bangkit lagi membangun kerajaan bisnis rokok. Berkat pengamatannya yang jeli saat dipenjara, ia menjadi tahu bahwa ada jenis rokok selain klobot. Ia pun tidak menjual Klobot Djobojojo lagi melainkan rokok Kretek Merdeka.

“Idroes Moeria punya cita-cita, ia ingin menjadi pelopor pembaharuan industri kretek di Kota M. Ia akan menjadi ‘orang pertama yang memikirkan untuk melakukan ini-itu’, dan pengusaha kretek lainnya di Kota M akan mengikuti jejaknya.” (hlm 95).

Baca Juga: IJTI Minta Polri Tangkap dan Hukum Pelaku yang Intimidasi Jurnalis Saat Meliput Kasus Penembakan Brigadir J

Saya salut dan kagum dengan sosok Roemaisa. Sebelumnya ia digambarkan sebagai putri juru tulis, lemah lembut, halus budi tetapi peristiwa hilangnya suaminya tanpa kabar—yang menurut informasi suaminya itu diculik oleh penjajah—menjadi titik baliknya.

Mulanya ia sempat depresi, stres hingga membuatnya keguguran. Sudah jatuh ketimpa tangga pula. Namun, suatu hari ia bangkit dari keterpurukannya. Ia yakin suaminya masih hidup dan pasti akan kembali. Ia berubah menjadi wanita yang kuat dan tegar. Sambil menunggu suaminya, ia pun melanjutkan bisnis suaminya dengan menjual Klobot Djojobojo ke toko Apotek.

Tokoh Dasiyah alias Jeng Yah merupakan sosok putri yang mewarisi kecerdasan dan kecantikan ibunya, serta kegigihan dari ayahnya. Ia digambarkan sebagai seorang gadis yang berani, tegas, bijak, sekaligus membuat orang di sekitarnya menaruh hormat padanya. Ia lihai dalam melinting kretek dan memiliki insting yang bagus dalam mengembangkan usaha dagangnya. Ia tak kalah mengagumkan dengan ayahnya.

Baca Juga: IJTI Minta Polri Tangkap dan Hukum Pelaku yang Intimidasi Jurnalis Saat Meliput Kasus Penembakan Brigadir J

Kemudian Rukayah, putri bungsu Idroes Moeria dan Roemaisa. Mulanya saya masih meraba-raba karakter Rukayah. Porsinya sangat sedikit, ia hanya dikisahkan sebagai adik Dasiyah yang selalu mengikuti apa yang dilakukan oleh Mbak Yunya itu. Namun, menjelang akhir kisah saya menjadi kagum dengan kebijaksanaannya.

Kekuatan novel ini terletak pada ide cerita dan racikan yang apik yang dilakukan oleh penulis. Saya tidak menyangka rokok kretek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dapat disulap menjadi novel yang luar biasa keren. Ia mampu memadukan antara cinta, keluarga, bisnis dalam balutan sejarah dan budaya.

Tidak heran jika berkat novel ini Ratih Kumala masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award 2012. Lebih dari itu, novel ini juga telah dialihbahasakan dalam dua versi, yakni bahasa Jerman dengan judul Das Cigarettenmadchen (Culturbooks, 2015) dan bahasa Inggris Cigarette Girl (Moonsoon Books, UK, 2017).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: senjabahasa.wordpress.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X