entertainment

Penulis Resensi Ini Beri Rating 4.2*/5* untuk Novel “Gadis Kretek”. E-novel Ini Bisa Dibaca di @ipusnas

Sabtu, 16 Juli 2022 | 04:26 WIB
Sampul baru novel "Gadis Kretek" karya Ratih Kumala (pic/gramedia.com)

“Ari-ari anakmu dicolong orang yang jadi sainganmu. Untuk syarat mengalahkanmu suatu hari nanti, lewat anakmu ini.” (hlm 115).

Baca Juga: Pecinta Horor Silakan Merapat, Serial Losmen Melati Segera Tayang  

Dari segi romansa, novel ini tidak terlalu berlebihan dan pas. Tidak hanya mengisahkan kisah cinta yang kosong. Berkat dibungkus sejarah perjuangan Indonesia, kisah picisan menjadi lebih berbobot. Syahdan Idroes Moeria dan Soejagad adalah sahabat karib tetapi berubah menjadi musuh bebuyutan ketika diketahui mereka mencintai gadis yang sama, Roemaisa.

Kisah persaingan cinta itu ternyata juga dialami oleh anak mereka Dasiyah (anak Idroes Moeria) dengan Purwanti (anak Soejagad) yang berusaha merebut hati laki-laki bernama Soeraja. Kalau kisah kasih orang tua mereka diwarnai dengan peristiwa perjuangan Indonesia melawan penjajah, kisah Dasiyah-Soeraja-Purwanti ini dibalut dengan peristiwa G30S. Meskipun sama-sama bertema cinta segitiga, keduanya menyuguhkan kisah cinta yang memiliki kesan berbeda tetapi tetap menarik.

Dalam novel ini juga banyak ditemukan ilmu bisnis yang (mungkin) dapat dijadikan pelajaran. Kita dapat mengetahui cara membuat visi dan misi berbisnis yang baik, bagaimana melihat peluang, cara tidak menyerah dengan kegagalan, mengikuti perkembangan zaman dan pasar, berani mencoba hal baru, strategi marketing, berkongsi dengan perusahaan lain, cara memasang iklan, membuat nilai filosofi sebuah produk, dan masih banyak lagi. Sila temukan sendiri ilmu bisnis lain dalam novelnya, siapa tahu dapat bermanfaat dan dipraktekkan.

Baca Juga: Ini Cast Gadis Kretek: Dian Sastro (Dasiyah), Putri Marino (Arum), Arya Saloka (Lebas), Ario Bayu (Soeraja)

Dari berbagai hal mengenai bisnis, nilai yang paling membekas dari novel ini adalah pentingnya kejujuran dalam merintis sebuah usaha. Salah satu bagian yang menarik perhatian saya adalah kisah persaingan antara Idroes Moeria (ayah Jeng Yah) dengan Soejagad (ayah Purwanti, mertua Soeraja).

Tidak hanya persaingan cinta tetapi juga persaingan bisnis industri rokok. Berbeda dengan Idroes Moeria yang dengan cepat mampu menangkap peluang bisnis, dalam mengembangkan bisninya Soejagad hanya bisa ngintil ‘meniru’ apa yang dilakukan oleh Idroes Moeria.

Mulai dari kemasan produk hingga cara melakukan pemasaran. Saat Idroes membuat klobot dan membungkusnya dengan kertas payung dan diberi merk dagang ‘Djojobojo’ dengan tulisan tangan, tidak lama kemudian munculah klobot milik Soedjagad dengan kemasan serupa.

Baca Juga: 'BADUT-BADUT TAK LUCU' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Ketika Idroes Moeria mengeluarkan produk ‘Rokok Kretek Merdeka’, Soedjagad mengeluarkan ‘Rokok Kretek Proklamasi’. Begitupun ketika Idroes Moeria memasang iklan rokok di majalah, Soejagad juga ikut-ikutan.

Hal itu membuat Idroes Moeria berang tetapi tak bisa berbuat apapun karena tak punya bukti. Saya sungguh menikmati persaingan bisnis keduanya. Bahkan saya dibuat ketawa ketika Idroes Moeria mengeluarkan produk ‘Kretek Gadis’, seolah tak mau kalah, Soejagad mengeluarkan produk ‘Garwo Kula’. Namun, kali ini Soejagad salah membaca konsumen. Rokok ‘Garwo Kulo’ jatuh di pasaran.

“Ketika mereka mengisap rokok, mereka ingin pikirannya dibebaskan bersamaan dengan asap yang terbebas di udara. Dengan nama dagang Kretek Gadis, orang-orang diajak berfantasi tentang perempuan muda nan cantik, yang membuat mereka serasa jantan. Sedangkan, dengan nama Kretek Garwo Kulo, mengingatkan mereka akan istri di rumah yang mungkin jarang dandan, pakaiannya nglombrot, dan cerewet.” (hlm 152).

Baca Juga: Hari Ini Arya Saloka Ultah. Hengkang dari Ikatan Cinta, di Gadis Kretek Dapat Peran Menantang sebagai Lebas

Saya bukan seorang perokok sehingga saya tidak mengetahui parameter kenikmatan isapan rokok kretek tetapi dari membaca novel ini saya hampir bisa merasakan asap kretek mengelilingi saya dengan rasa yang berbeda. Membangkitkan imajinasi saya akan rasa rokok kretek. 

Halaman:

Tags

Terkini