TITIKTEMU. CO – Tahun 1970 an awal blantika musik pop Indonesia dikuasai oleh band-band ternama seperti Koes Plus, The Mercy’s, Panbers, D’lloyd dan Favorite’s Grup.
Ditengah dominasi band papan atas itu dengan beragam lagu andalan, pecinta musik dikejutkan dengan kemunculan sebuah band bernama The Crabs yang terbilang 'istimewa'.
Baca Juga: MUSIK: Munculnya Sang Bintang Nike Ardilla di Blantika Musik Indonesia Tahun 90-an
Istimewa karena band ini dibentuk oleh Bambang Trihatmodjo, putra Presiden Soeharto. Berpersonel Ade Anawar (Vocal & Drums), Dady Amiarsa (Gitar), Tommy (Keyboard) dan Bambang Tri (Bass), kelompok ini seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari indolawas.blogspot.com mencoba tampil dan menyeruak diantara dominasi supergoup Indonesia saat itu.
Mereka pun kemudian sempat tampil sebagai band pengiring dalam album OST Pengantin Remaja dan kemudian merilis album mereka sendiri di bawah label terkemuka saat itu Remaco. Hanya saja ketika memasuki dapur rekaman, Bambang Tri sepertinya lebih suka berada di belakang layar sehingga posisi basist akhirnya diserahkan kepada Frieke Supit.
Baca Juga: MUSIK: Inilah Jawara Lagu Indonesia pada Akhir Tahun 1984, Lagu Mellow Berjaya Gaessss….
Di album Self Tittled mereka mengandalkan lagu Duri dan Cinta yang segera disambut penikmat musik dan menjadi hits besar yang mengangkat nama mereka.
Di album ini mereka juga menyertakan dua lagu hits ciptaan Is Haryanto yang pernah populer oleh Tetty Kadi yaitu Sebelum Kau Pergi dan Sepanjang Jalan Kenangan yang juga kembali berhasil menjadi hits.
Terbukti bahwa mereka juga bisa mengambil 'celah' diantara dominasi supergroup yang berjaya saat itu. Hanya saja, untuk bisa menandingi supergroup itu memang bukan pekerjaan mudah.
Baca Juga: CODA Film Terbaik, Will Smith Best Actor, Ini Daftar Lengkap Pemenang Oscar 2022
Terbukti meskipun The Crabs bisa mencuri perhatian, tapi eksistensi mereka di industri musik tidak berumur panjang.
Lirik Lagu & Chord Duri dan Cinta
INTRO