TITIKTEMU.CO - Film Abadi Nan Jaya berhasil mencuri perhatian penonton global di Netflix.
Karya terbaru Kimo Stamboel ini bukan sekadar film zombie biasa—melainkan sebuah eksperimen sinematik yang memadukan budaya nusantara, mitos lokal, dan kritik sosial tentang ambisi manusia terhadap keabadian.
Dengan latar desa yang kental nuansa mistis, film ini menawarkan pengalaman horor yang terasa “Indonesia banget”, namun tetap relevan di kancah internasional.
Cerita yang Menggigit: Dari Ramuan Jamu ke Wabah Zombie
Plotnya berpusat pada keluarga pembuat jamu tradisional yang terobsesi menciptakan ramuan awet muda.
Namun, ambisi mereka justru membawa bencana—sebuah wabah misterius yang mengubah warga desa menjadi zombie.
Kimo berhasil menghadirkan konflik manusiawi di tengah dunia yang hancur, membuat penonton tak hanya takut, tapi juga merenung.
Baca Juga: Apa yang Sebenarnya Dimaksud Luhut Saat Sebut Whoosh Proyek Busuk?
Makeup dan Efek Visual Bukan Kaleng-Kaleng
Salah satu daya tarik utama film ini adalah desain zombie yang unik.
Terinspirasi dari tanaman kantong semar, efek makeup menampilkan detail seperti urat-urat menonjol dan lubang pada kulit yang memberi kesan menyeramkan namun organik.
Tim makeup artist bekerja intens selama berbulan-bulan untuk menciptakan tampilan yang belum pernah ada di film zombie lain.
Riset Enam Bulan untuk 200 Zombie