Pada 2009, Romi memilih membangun jalannya sendiri dengan mendirikan band Romi & The Jahats, yang awalnya bernama Romy and The Bad Boy.
Baca Juga: DPR Ambil Alih Beban BPJS PBI: Layanan Kesehatan Tetap Jalan Tanpa Henti Selama 3 Bulan
Nama “The Jahats” dipilih sebagai simbol ironi kehidupan, kekerasan sistem, dan intrik sosial yang konsisten ia suarakan dalam karya-karyanya.
Bersama Ableh, Chobex, dan Imam, RTJ melahirkan lagu-lagu ikonik seperti HORE, Tunggu Mati, hingga rilisan terakhir Suaraku pada 2025.
Warisan Sang Rock ‘N’ Roll Kotor Indonesia
Dedikasi Romi pada musik membuatnya dijuluki ikon Rock ‘N’ Roll Kotor Indonesia yang selalu tampil tanpa basa-basi di atas panggung.
Energi brutal, kejujuran lirik, dan keberpihakannya pada suara pinggiran menjadikan Romi lebih dari sekadar musisi.
Kepergian Romi Jahat meninggalkan ruang kosong besar, namun warisan sikap dan suaranya akan terus hidup di skena musik bawah tanah Indonesia.***
Artikel Terkait
AKDKMP Banyuwangi Resmi Dideklarasikan, Koperasi Desa Bersatu Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Viral Guru PPPK Paruh Waktu di Sumedang Digaji Rp50 Ribu, Ini Klarifikasi Fildzah Nur Amalina
Tiga Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang, Warga Desa Sekumur Masih Bertahan di Tenda Jelang Ramadan
Raim Laode Rilis Lagu Iqro, Refleksi Tentang Waktu dan Kisah Perjalanan Hidup
Daftar Penyakit yang Tidak Dianjurkan Puasa Ramadhan, Jangan Dipaksakan Jika Alami Kondisi Ini
Purbaya Siapkan Penghapusan Tunggakan BPJS Kelas III, Peserta Mandiri Bisa Bernapas Lega
DPR Ambil Alih Beban BPJS PBI: Layanan Kesehatan Tetap Jalan Tanpa Henti Selama 3 Bulan
Akses Terbatas, Warga Wih Dusun Jamat Tarik Kerbau Menyeberangi Sungai Kala Ili Jelang Tradisi Meugang Ramadan
Diduga Curi Helm, Pria Ini Jadi Sasaran Sorakan Penonton Konser NDX di Malang
Viral Detik-Detik Banjir Bandang Aceh Tamiang, Warga Bertahan 6 Hari di SPBU Tanpa Makanan