Inul juga menceritakan perkembangan kondisi kesehatan Eyang Titiek Puspa selama dirawat.
Ia mengatakan bahwa pada hari-hari awal perawatan, kondisi Eyang sempat menunjukkan respons positif.
Namun, kondisi itu tak bertahan lama. Lambat laun, kesehatan sang legenda menurun secara perlahan.
“Awalnya beliau cukup responsif, ada tindakan medis dan refleks yang baik. Tapi hari-hari berikutnya mulai menurun. Saya dan keluarga terus mendampingi,” tuturnya dengan nada sedih.
Rencana Pemakaman Eyang Titiek Puspa
Saat ini, jenazah almarhumah masih disemayamkan di rumah duka, Pancoran, Jakarta Selatan.
Rencananya, pemakaman akan dilangsungkan pada Jumat, 11 April 2025, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.00 WIB.
Kepergian Titiek Puspa meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia yang mengenal karya-karya dan kontribusinya dalam dunia seni.
Baca Juga: Keluarga Priguna PPDS Unpad Pelaku Pemerkosaan Keluarga Pasien RSHS Siap Tanggung Jawab
Titiek Puspa bukan hanya legenda musik Indonesia, tapi juga inspirasi bagi generasi penerus.
Kehadiran Inul Daratista di saat-saat terakhir Eyang menjadi simbol rasa cinta dan hormat lintas generasi di dunia seni.
Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga warisan karyanya terus hidup dalam hati kita semua.***
Artikel Terkait
Artis Legendaris Titiek Puspa Meninggal Pada Usia 87 Tahun. Sempat menulis 61 lagu saat dalam perawatan sakitnya
Sempat Perdarahan Otak Sebelum Wafat, Penyanyi Legendaris Tanah Air Titiek Puspa Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun
Pesan Menyentuh Titiek Puspa yang Baru Terungkap Setelah Wafat, Tentang Kurangnya Perhatian Terhadap Seni Budaya Leluhur
Inul Daratista Kenang Momen Terakhir Bersama Titiek Puspa: Sering Curhat Sebelum Tampil di Panggung
Titiek Puspa Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta, Setelah Karir Panjangnya Selama 75 Tahun di Dunia Seni