Sempat Perdarahan Otak Sebelum Wafat, Penyanyi Legendaris Tanah Air Titiek Puspa Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Jumat, 11 April 2025 | 05:21 WIB
Potret Penyanyi Legendaris Tanah Air, Titiek Puspa (Instagram.com/@titiekpuspa_official)
Potret Penyanyi Legendaris Tanah Air, Titiek Puspa (Instagram.com/@titiekpuspa_official)


TITIKTEMU.CO - Penyanyi legendaris Indonesia Titiek Puspa meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS Medistra Jakarta, pada Kamis, 10 April 2025 pukul 16.25 WIB.

Kabar duka kepergian Titiek Puspa ini terkonfirmasi dari unggahan akun media sosial milik penyanyi, Inul Daratista.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, selamat jalan Eyang Puspa," ungkap Inul melalui akun Instagram pribadinya @inul.d, pada Kamis, 10 April 2025.

Baca Juga: Artis Legendaris Titiek Puspa Meninggal Pada Usia 87 Tahun. Sempat menulis 61 lagu saat dalam perawatan sakitnya

Sebelumnya, anak pertama Titiek Puspa, Petty Tunjungsari mengatakan sang ibu sempat jatuh pingsan saat sedang menjalani syuting sebuah program TV swasta.

Petty menuturkan berdasarkan pemeriksaan medis, Titiek Puspa mengalami pendarahan otak sehingga mendapatkan perawatan di RS Medistra Jakarta.

"Setelah diperiksa, ada perdarahan otak di sebelah kiri, kepala kiri," tutur Petty dalam jumpa pers yang digelar di RS Medistra Jakarta pada Kamis, 10 April 2025.

"Nah itu memang termasuk yang serius karena Ibu Titiek usianya 87 tahun," tandasnya.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Mantapkan Diri Sebagai Juara Grup Dan Menjadi Wakil Tunggal ASEAN di Perempat Final Piala Asia U-17

Nama Panggung Diberikan oleh Bung Karno

Artis ini dilahirkan di Tanjung Kalimantan Selatan dengan nama lahir Sumarti Binti Jatin Toegeno Poespowidjojo, pada 1 November 1927.

Setelah memenangi kompetisi menyanyi Radio Republik Indonesia di Semarang, Jawa Tengah, Titiek Puspa diminta oleh Sjaiful Bachri dari Jakarta Symphony Orchestra untuk bernyanyi bagi mereka.

Setelah penampilannya membawakan lagu Ismail Marzuki "Chandra Buana", grup tersebut memilih untuk mempertahankannya sebagai penyanyi tetap mereka.

Baca Juga: Jadwal Rekrutmen Bersama BUMN 2025: Tersedia Jalur Reguler, Disabilitas, dan OAP

Ia meninggalkan orkestra tersebut pada tahun 1962. Nama panggungnya dipilih oleh Presiden Sukarno alias Bung Karno pada tahun 1950-an.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X