Soal Kenaikan Harga Pertamax, Pengamat UGM : Sudah Tepat, Sesuai Harga Keekonomian

photo author
Heppy Purnomo, TitikTemu.co
- Jumat, 1 April 2022 | 22:28 WIB
Harga Pertamax naik menjadi Rp 12.500/liter di Jakarta dan sekitarnya (Livescore)
Harga Pertamax naik menjadi Rp 12.500/liter di Jakarta dan sekitarnya (Livescore)

TITIKTEMU.CO, Yogyakarta - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax (RON 92) mulai Jumat (1/4) pukul 00.00 WIB.

PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax dari Rp9.000 – Rp9.400 per liter menjadi Rp12.500 per liter.

Penyesuaian harga BBM dilakukan untuk mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1443 H Jatuh pada Minggu 3 April 2022

Kenaikan harga BBM dilakukan setelah mempertimbangkan lonjakan harga minyak mentah Indonesia (ICP) dari US$73,36 per barel pada Desember 2021, menjadi US$114,55 per 24 Maret 2022.

Terkait dengan kenaikan harga ini, pengamat Energi UGM, Dr. Fahmy Radhi, MBA, menyatakan penetapan harga Pertamax, mestinya ditentukan oleh mekanisme pasar, oleh karena itu, harga yang ideal adalah harga yang sesuai dengan harga keekonomian.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan, Doa Sahur dan Buka Puasa, Muslim Wajib Tahu

Menurutnya, harga Pertamax, saat ini memang harus dinaikkan, mengingat harga minyak dunia sudah mencapai $ 130 per barel.

Jika tidak dinaikkan, beban Pertamina akan semakin berat.
“Karenanya, kenaikkan harga Pertamax oleh Pertamina menjadi Rp12.500 per liter mulai 1 April 2022 sudah tepat," ujar Fahmy.

Fahmi mengakui kenaikan harga Pertamax memicu inflasi, namun kontribusi terhadap inflasi kecil, pasalnya proporsi konsumen Pertamax di Indonesia hanya berkisar 12 persen.

Baca Juga: SNMPTN : Yang Lolos di Undip, Segera Daftar Ulang Online 31 Maret – 6 April 2022, Kalo Telat, Berarti Gugur

“Kenaikan harga Pertamax memang memicu inflasi, tetapi jangan sentuh dan menaikkan harga Pertalite yang proporsi konsumennya mencapai 76 persen. Menaikkan harga Pertalite, tentu akan menyulut inflasi dan menurunkan daya beli rakyat," terangnya.

Menurut Fahmy, konsumen Pertamax adalah golongan menengah ke atas yang menggunakan mobil dengan notabene mobil-mobil mahal.

Dengan jenis konsumen semacam itu, menurutnya, jarang ditemui antrean panjang menjelang kenaikan harga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: ugm.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X