TITIKTEMU.CO SALATIGA - Kampung Argowiyoto Kota Salatiga telah dikukuhkan menjadi Kampung Singkong oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sahrul Yasin Limpo, beberapa waktu yang lalu.
Pengukuhan Kampung Singkong ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dan Kementrian Pertanian Republik Indonesia.
Baca Juga: Bikin Meleleh, Ini 7 Kedai Es Krim di Jogja dengan Sajian Menghanyutkan
Baca Juga: Lupakan Baunya, Ini 7 Manfaat Pete untuk Kesehatan
Pengukuhan Kampung Singkong merupakan upaya bersama untuk mendorong optimalisasi potensi singkong sekaligus menggerakkan roda perekonomian dari para pelaku UMKM di Kota Salatiga.
“Syukur Alhamdullilah kita mendapat dukungan penuh atas inovasi dan potensi singkong yang kita miliki. Wilayah ini dikukuhkan menjadi Kampung Singkong agar bisa menjadi daya ungkit perekonomian karena mampu mengembangkan potensi yang ada di daerah tersebut sehingga kesejahteraan masyarakat bisa meningkat,” kata Walikota Salatiga Yuliyanto seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Pemkot Salatiga.
Baca Juga: Berburu 7 Kuliner Kaliurang, Sisi Lain Jogja yang Layak Dicoba
Wali Kota juga menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan salah satu pengusaha singkong Salatiga yang sudah berhasil menembus pasar luar daerah. Hal ini akan mendorong masyarakat di sekitarnya untuk bersama-sama dan berdaya upaya untuk berinovasi terhadap olahan singkong.
“Saya bangga sudah ada olahan singkong dari Salatiga yang sudah bisa menembus baik di hotel, restoran, cafe maupun di kota besar,” ungkapnya.
Data di tahun 2020, kebutuhan singkong yang di produksi di Kota Salatiga mencapai 638,10 ton. Saat ini masyarakat Kota Salatiga mulai berinovasi pada pengembangan dan pengolahan singkong.
Baca Juga: 7 Kuliner Khas Pati, Rasakan Kelezatannya!
Pengolahan tersebar di empat kelurahan, Kelurahan Kauman Kidul Kecamatan Sidorejo dengan produksi 20 kilogram perhari, Kelurahan Sidorejo Kidul Kecamatan Tingkir dengan produksi 100 kilogram per hari, Kelurahan Cebongan Kecamatan Argomulyo dengan produksi 100 kilogram per hari, dan yang terbanyak di Kelurahan Ledok Kecamatan Argomulyo dengan produksi 8 ton per hari.
“Produksi singkong yang sangat tinggi di Kelurahan Ledok tersebut dioptimalkan oleh 32 UMKM, dimana melalui UMKM yang terbesar yakni D9 telah menyerap tenaga kerja sebanyak 110 orang, dengan kebutuhan singkong 6 ton per harinya. Olahan singkong yang dihasilkan pun sudah sampai 23 varian olahan. Sementara untuk inovasi varian singkong dari Salatiga sudah mencapai 150 varian olahan,” papar Yuliyanto.
Sekjen Masyarakat Singkong Heri Soba mengatakan bahwa Kampung Singkong ini menjadi model yang bisa dikembangkan semakin luas karena mengoptimalkan olahan singkong menjadi olahan yang kreatif dan hal tersebut dapat dikembangkan di wilayah yang lain.
Artikel Terkait
Keruk Uang 4,5 M Maryuni Kemplink Bos Arisan Bodong Ditahan Polres Salatiga
Di depan 45 Anak TK dan SD, Istri Wali Kota Salatiga Mendongeng Kisah Merpati dan Semut
Tiga Aktivis HMI Salatiga Jadi Jawara Lomba Orasi Piala Kapolri Tingkat Jateng
Pojok Baca Digital Sudah Diresmikan, Manjakan Minat Baca Warga Kota Salatiga
Melantik Kepala Sekolah SMA AL Azhar 30 Salatiga, Ini Harapan Wali Kota Yulianto
Pantau Vaksinasi Anak di SD Cebongan 03 Salatiga, Wali Kota Yuliyanto: Peran Orang Tua Dibutuhkan!