Daun Talas Diminati di Negeri Kangguru, Jadi Pengganti Tembakau

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Selasa, 7 Desember 2021 | 08:32 WIB
Pelepasan ekspor daun talas di Depo Pemeriksaan dan Perlakuan Karantina di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (pic. pemrov jateng)
Pelepasan ekspor daun talas di Depo Pemeriksaan dan Perlakuan Karantina di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (pic. pemrov jateng)

TITIKTEMU.CO SEMARANG – Sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan yang ada di Jawa Tengah ternyata diminati pasar luar negeri. Termasuk, daun talas beneng yang merambah pasar ekspor, terutama ke Australia.

Pelepasan ekspor daun talas beneng bersama dengan sejumlah komoditas lainnya dilakukan di Depo Pemeriksaan dan Perlakuan Karantina di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pekan lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Tri Susilarjo mengatakan, ekspor daun talas kali ini sebanyak 3,3 ton.

Baca Juga: PPKM Level 3 Batal Diterapkan di Semua Wilayah, Perayaan Tahun Baru Tetap Dilarang

Baca Juga: Libur Nataru, ASN Pemkot Semarang Dilarang Ambil Cuti

“Ini 3,3 ton ke Australia. Per kilogramnya harganya 2 dolar AS,” kata Tri, saat Pelepasan Ekspor Komoditas Daun Talas Beneng.

Menurutnya, daun talas ini memiliki peruntukan sebagai substitusi atau pengganti tembakau. Jika tembakau memiliki kandungan nikotin, daun talas tidak memiliki kandungan nikotin.

Dia mengakui jika masyarakat belum begitu mengetahui kandungan daun talas. Padahal potensinya menjanjikan. Karenanya, Tri berharap masyarakat bisa memanfaatkan lahannya untuk menanam daun talas.

Baca Juga: Korban Meninggal Gunung Semeru Jadi 22 Orang, Presiden Jokowi Bertolak ke Lumajang

Ditambahkan, pemprov terus berupaya agar ekspor tetap berjalan. Pihaknya akan mendorong agar daun talas tetap ditanam, sehingga hasilnya bisa diekspor. Seperti halnya komoditas potensial lainnya yaitu porang, kacang tanah, dan sebagainya.

Namun yang terpenting, lanjutnya, komoditas tersebut mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dulu. Baru setelahnya, untuk kebutuhan ekspor.

Pihaknya juga tengah menggencarkan program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks).

Baca Juga: Diduga Langgar Prokes Lakukan Kunker Saat Positif Covid, Anggota DPRD Blora Dilaporkan ke Polda Jateng

Meski demikian, mengingat masa pandemi yang belum selesai, ditambah ancaman varian virus lain, pihaknya mengingatkan agar tetap menjaga protokol kesehatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Pemprov Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X