Merger 4 BUMN Pelindo, Targetnya Mampu Menjadi Pelabuhan Berdaya Saing Global

photo author
Dwi Soewanto, TitikTemu.co
- Selasa, 7 September 2021 | 09:20 WIB
Ilustrasi BUMN Pelabuhan (indonesia.go.id)
Ilustrasi BUMN Pelabuhan (indonesia.go.id)

TITIKTEMU.CO

Empat BUMN Pelabuhan resmi melakukan merger menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Indonesia Port Corporation, Senin (5/9/2021). Merger efektif berlaku mulai 1 Oktober 2021.

“Kita berhasil menyatukan visi. Nanti kita umumkan 1 Oktober. Ini menunggu Peraturan Pemerintah dasar dari merger ini,” kata Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo seperti dikutip titiktemu.co dari laman indonessia.go.id.

Wacana penggabungan BUMN Pelabuhan ini sebenarnya muncul 16 tahun lalu, sejak Kementerian BUMN dipimpin Sugiharto. Namun baru terealisasi di era Erick Tohir.

Baca Juga: Kampanye #GirlsTakeover, Mau Nyoba Jadi Menteri atau Dirut BUMN Sehari?

Penggabungan sektor kepelabuhanan akan menjadi roadmap secara terintegrasi. Selain itu, operasional, pelayanan, dan kecepatan akan lebih terjaga di seluruh pelabuhan di Indonesia.

“Dengan penggabungan, alokasi investasi perusahaan bisa lebih optimal, dan banyak kontribusi untuk ekonomi nasional. Nilai Pelindo meningkat, memberikan lapangan kerja luas, efisiensi, dan kemudahan layanan jasa pelabuhan,” kata Kartika.

Menurut Kartika, merger menempatkan Indonesia Port Corporation (Pelindo II) sebagai perusahaan induk. Sedangkan status Pelindo I, Pelindo III, dan Pelindo IV bubar tanpa proses likuidasi.

Dia melanjutkan proyeksi valuasi dari merger ini mencapai Rp120 triliun. Dengan skema merger bisnis kepelabuhanan BUMN akan dibagi-bagi sesuai intinya. Contohnya, peti kemas dan non peti kemas akan memiliki manajemen sendiri, juga pelayanan kelautan (marine services).

Baca Juga: Uji Coba KA Bandara Yogya Oleh Wakil Walikota Yogyakarta. Ini Tarifnya Setelah Masa Promo Berakhir

“Pembentukan subholding-subholding di Pelindo seperti di Pertamina. Nantinya subholding yang kemungkinan IPO (melantai di bursa saham),” jelas Kartika.

Kelebihan lain dari merger PT Pelabuhan Indonesia adalah 100 persen kepemilikan sahamnya negara.

Opsi melakukan penawaran perdana saham perusahaan di pasar modal tersebut dibenarkan Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono. Menut Arif, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah satu cara mengumpulkan pendanaan. Hal itu bisa dilakukan jika Pelindo membutuhkan investasi yang besar usai penggabungan usaha.

Baca Juga: Kemitraan Dagang Indonesia-UAE Akan Meningkatkan Ekonomi Kedua Negara

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X