TITIKTEMU.CO-Banyak orang merasa sangat bahagia ketika mendengar kabar bahwa gaji bulanan mereka akhirnya naik.
Namun anehnya kebahagiaan itu sering kali tidak bertahan lama karena tabungan tetap saja kosong.
Fenomena ini dikenal luas dalam dunia keuangan dengan istilah lifestyle inflation atau inflasi gaya hidup.
Baca Juga: Keluar dari Labirin Piksel: Memahat Ruang Aman Ibu dan Anak di Dunia yang Telanjur Digital
Kondisi ini terjadi ketika peningkatan pendapatan secara otomatis diikuti oleh peningkatan pengeluaran yang sama besarnya.
Secara tidak sadar kita mulai mengubah standar kebutuhan hidup seiring dengan tebalnya dompet kita.
Kopi susu pinggir jalan yang dulu terasa nikmat kini perlahan digantikan oleh kopi kafe mahal.
Baca Juga: Hemat BBM dan Pajak Ringan! Ini 16 Mobil Mesin di Bawah 1.400 cc yang Masih Bisa Pakai Pertalite
Baju tanpa merek di lemari mulai berganti menjadi pakaian dengan logo desainer terkenal yang mewah.
Kita merasa bahwa diri kita sangat layak mendapatkan semua kemewahan ini sebagai bentuk apresiasi kerja keras.
Perasaan mengabaikan harga barang menjadi awal mula jebakan finansial ini bekerja dengan sangat rapi.
Gaya hidup baru ini pelan-pelan merayap dan menggerogoti setiap sen dari sisa kenaikan gaji kita.
Baca Juga: Ekonomi Kreatif Rp1.000 Triliun: Peluang Besar yang Masih Dilewatkan Anak Muda Indonesia
Akibatnya jumlah uang yang bisa kita sisihkan untuk masa depan tidak pernah mengalami pertambahan.