TITIKTEMU.CO - Industri rokok tanah air sedang menghadapi tekanan berat. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyoroti kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di PT Gudang Garam Tbk yang sempat viral di media sosial.
Menurutnya, kabar tersebut menjadi cermin nyata bahwa daya beli masyarakat tengah menurun drastis.
Rantai Masalah: Produksi Turun hingga Pajak Cukai
Said menjelaskan, melemahnya konsumsi rokok tidak hanya membuat produksi menurun, tetapi juga diperparah oleh pasokan tembakau yang semakin terbatas.
Beban industri makin berat ketika harga cukai rokok terus meningkat, menekan produsen besar maupun kecil.
Baca Juga: Rincian Anggaran Pendidikan 2026: Rp757,8 Triliun, Tertinggi dalam Sejarah Indonesia
PHK dan Efek Domino ke Ribuan Pekerja
Jika benar terjadi PHK massal, dampaknya bukan hanya pada buruh pabrik rokok, melainkan juga bisa menjalar ke sektor lain.
Ribuan pekerja yang terlibat dalam rantai pasok—mulai dari petani tembakau, sopir angkutan, pekerja logistik, hingga pedagang kecil—terancam kehilangan pendapatan.
“Kalau kondisi ini dibiarkan, jutaan keluarga bisa kehilangan tumpuan hidup,” tegas Said.
Baca Juga: SBY: Demo Jadi Alarm Pentingnya Dialog untuk Masa Depan Indonesia
Desakan untuk Pemerintah
Said meminta pemerintah segera turun tangan, bukan hanya dengan janji manis.
Ia menyinggung kasus PHK massal di perusahaan tekstil Sritex, di mana banyak buruh mengaku hak-haknya tidak terpenuhi, termasuk tunjangan hari raya (THR).