Rupiah Menguat ke Rp16.895 per Dolar AS, Ini Pergerakan Mata Uang Global Hari Ini

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Kamis, 26 Maret 2026 | 11:05 WIB
Rupiah Menguat ke Rp16.895 per Dolar AS, Ini Pergerakan Mata Uang Global Hari Ini. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Rupiah Menguat ke Rp16.895 per Dolar AS, Ini Pergerakan Mata Uang Global Hari Ini. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

TITIKTEMU.CO - Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan pada pembukaan perdagangan Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan data pasar, rupiah dibuka di level Rp16.895 per dolar Amerika Serikat (AS), naik tipis dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Rupiah menguat sekitar 16 poin atau setara 0,09 persen. Penguatan ini menjadi sinyal positif di tengah pergerakan pasar global yang masih dipengaruhi berbagai sentimen ekonomi internasional.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Terbaru 25 Maret 2026: Rincian Lengkap dan Tips Hemat Saat Arus Balik 

Pergerakan Rupiah di Tengah Tekanan Global

Penguatan rupiah hari ini terjadi di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif. Kebijakan suku bunga global, pergerakan dolar AS, dan dinamika geopolitik masih menjadi penentu arah mata uang emerging market.

Meski menguat, pergerakan rupiah relatif terbatas. Hal ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menunggu perkembangan data ekonomi global, khususnya dari Amerika Serikat.

Sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia pada perdagangan pagi ini terpantau bervariasi. Beberapa mata uang mengalami penguatan, sementara lainnya justru melemah terhadap dolar AS.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tren: Ini Bisnis Berbasis AI yang Meledak di 2026 dan Cara Memulainya dari Nol 

Yen Jepang tercatat stagnan tanpa perubahan signifikan. Hal serupa juga terjadi pada dolar Hong Kong yang cenderung stabil.

Di sisi lain, dolar Taiwan menjadi salah satu mata uang yang menguat cukup signifikan, naik sekitar 0,27 persen. Sementara itu, dolar Singapura justru melemah tipis sebesar 0,02 persen.

Won Korea Selatan juga mengalami penurunan sekitar 0,18 persen. Pelemahan serupa terjadi pada sejumlah mata uang Asia lainnya, seperti peso Filipina turun 0,13 persen dan rupee India melemah 0,11 persen.

Yuan China turut terkoreksi tipis sebesar 0,05 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan paling, sebesar 0,53 persen. Baht Thailand juga melemah sekitar 0,15 persen.

Variasi pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar Asia masih menghadapi tekanan eksternal yang beragam, mulai dari arus modal asing hingga kebijakan moneter global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X