Beli Januari 2026 di Rp 2.805.000 nyaris impas
Beli November 2025 di Rp 2.348.000 untung hampir 19 persen
Beli Agustus 2025 di Rp 1.914.000 untung sekitar 45 persen
Beli Februari 2025 di Rp 1.707.000 cuan lebih dari 60 persen
Beli pertengahan 2024 di kisaran Rp 1,3–1,5 juta untung di atas 80 persen hingga tembus 100 persen.
Dari ilustrasi ini terlihat jelas bahwa emas memberi hasil optimal jika disimpan dalam jangka waktu panjang, minimal lebih dari setahun.
Baca Juga: Paling Murah Sejagat! Promo JSM Alfamart 16–22 Februari 2026, Belanja Hemat Kebutuhan Ramahan
Pajak Emas, Faktor yang Sering Terlupakan
Selain spread, ada aspek lain yang wajib diperhatikan investor, yaitu pajak. Ketentuan pajak emas diatur dalam PMK Nomor 34/PMK.10/2017 yang diterbitkan Kementerian Keuangan.
Saat membeli emas, pembeli dikenakan PPh Pasal 22. Tarifnya 0,45 persen bagi pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
Ketika menjual kembali emas dengan nilai di atas Rp 10 juta, PPh Pasal 22 juga dikenakan. Tarifnya 1,5 persen untuk pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.***
Artikel Terkait
Jangan Salah Pilih! 7 Aplikasi Investasi Emas Legal Berizin OJK dan Bappebti
Cara Beli Emas Digital 2026: CukupRp10 Ribu, Legal, Aman, dan Bisa Dicetak Fisik
Mana Lebih Untung, Investasi Emas atau Saham? Ini Plus Minusnya, Jangan Salah Pilih!
13 Prediksi Harga Emas 2026: Investor Bakal Full Senyum atau Gigit Jari?
Cara Daftar QRIS All Payment untuk Warung dan UMKM, Praktis, Cepat, dan Resmi dari BI