IHSG Ambruk Lebih dari 2 Persen ke Level 7.935, Investor Dibayangi Sentimen Global dan Moody’s

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 6 Februari 2026 | 21:33 WIB
IHSG Ambruk Lebih dari 2 Persen ke Level 7.935, Investor Dibayangi Sentimen Global dan Moody’s. (ANTARA FOTO)
IHSG Ambruk Lebih dari 2 Persen ke Level 7.935, Investor Dibayangi Sentimen Global dan Moody’s. (ANTARA FOTO)

Penurunan ini menambah kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi, terutama dalam menghadapi tekanan eksternal.

Cadangan devisa merupakan indikator penting yang mencerminkan kekuatan ekonomi suatu negara, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan menghadapi gejolak global.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp100.000 per Gram! Saatnya Borong atau Tunggu? Cek Daftar Lengkap 6 Februari 2026

Analis Prediksi IHSG Masih Berpotensi Bergerak Fluktuatif

Sejumlah analis memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Level support penting diperkirakan berada di kisaran 7.910 hingga 7.805.

Jika IHSG mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound masih terbuka. Namun jika level support ditembus, koreksi bisa berlanjut lebih dalam.

Beberapa saham yang direkomendasikan analis untuk dicermati di tengah volatilitas ini antara lain ASII, BRIS, TUGU, GOTO, ARTO, AMRT, dan UNVR.

Saham-saham tersebut dinilai memiliki fundamental kuat dan potensi bertahan di tengah tekanan pasar.

Baca Juga: Mana Lebih Untung, Investasi Emas atau Saham? Ini Plus Minusnya, Jangan Salah Pilih!

Investor Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Penurunan IHSG hari ini menjadi pengingat bahwa pasar saham selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik global maupun domestik.

Meski kondisi saat ini penuh tekanan, koreksi merupakan bagian normal dari siklus pasar. Investor disarankan untuk tetap tenang, fokus pada fundamental, dan tidak mengambil keputusan berdasarkan emosi.

Dalam jangka panjang, pasar saham Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan, terutama didukung stabilitas ekonomi dan prospek pertumbuhan domestik.

Namun untuk jangka pendek, volatilitas kemungkinan masih akan terjadi seiring perkembangan sentimen global dan kebijakan ekonomi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X