IHSG Ambruk Lebih dari 2 Persen ke Level 7.935, Investor Dibayangi Sentimen Global dan Moody’s

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 6 Februari 2026 | 21:33 WIB
IHSG Ambruk Lebih dari 2 Persen ke Level 7.935, Investor Dibayangi Sentimen Global dan Moody’s. (ANTARA FOTO)
IHSG Ambruk Lebih dari 2 Persen ke Level 7.935, Investor Dibayangi Sentimen Global dan Moody’s. (ANTARA FOTO)

Sektor lain seperti barang baku, infrastruktur, properti, teknologi, hingga keuangan turut terkoreksi. Bahkan sektor teknologi yang sebelumnya menjadi favorit investor juga tidak mampu bertahan dari tekanan jual.

Satu-satunya sektor yang berhasil mencatatkan penguatan hanyalah sektor transportasi, dengan kenaikan tipis sebesar 0,53 persen.

Moody’s Memicu Kekhawatiran Investor

Salah satu faktor utama yang menekan IHSG hari ini adalah keputusan Moody’s Investors Service yang mengubah outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Meski peringkat kredit Indonesia tetap berada di level Baa2 atau investment grade, perubahan outlook ini memicu kekhawatiran di kalangan investor global.

Moody’s menilai terdapat tantangan dalam hal prediktabilitas kebijakan dan tata kelola ekonomi. Perubahan outlook ini sering dianggap sebagai sinyal risiko jangka menengah yang dapat memengaruhi arus investasi asing.

Sentimen ini membuat investor cenderung mengurangi eksposur mereka terhadap aset berisiko, termasuk saham.

Baca Juga: Daftar Harga Motor Matic Honda 2026 Terbaru, Mulai Rp18 Jutaan hingga Rp90 Juta, Mana yang Paling Worth It?

Tekanan Global dari Wall Street dan Asia Perburuk IHSG

Selain faktor domestik, pelemahan IHSG juga dipengaruhi sentimen global yang negatif. Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah tajam sehari sebelumnya.

Indeks Dow Jones turun 1,2 persen, S&P 500 melemah 1,23 persen, dan Nasdaq turun 1,59 persen.

Pelemahan Wall Street ini memberikan efek domino ke bursa Asia, termasuk Indonesia. Investor global khawatir terhadap perlambatan ekonomi dunia, terutama dari China yang masih menjadi motor utama ekonomi Asia.

Ketidakpastian global membuat investor memilih aset yang lebih aman dan menjual saham di pasar berkembang.

Cadangan Devisa Turun Tambah Tekanan Pasar

Sentimen negatif juga datang dari penurunan cadangan devisa Indonesia. menjadi USD 154,6 miliar pada Januari 2026, dari sebelumnya USD 156,5 miliar pada Desember 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X