Kendati demikian, Pertamina memastikan seluruh proses penyaluran dan distribusi BBM dilakukan sesuai standar operasional (SOP) serta melalui uji mutu di laboratorium sebelum diedarkan.
“Prioritas kami adalah menjaga mutu dan keamanan suplai BBM yang diterima masyarakat agar tetap sesuai regulasi,” kata Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Rabu, 29 Oktober 2025.
Ia menambahkan bahwa setiap tahapan distribusi dilakukan secara ketat agar kualitas produk tidak menurun.
Selain melakukan pemeriksaan lanjutan, Pertamina juga membuka posko aduan bagi masyarakat yang mengalami permasalahan serupa setelah mengisi Pertalite.
“Kami masih terus melakukan investigasi terkait kualitas dan kesesuaian produk di lapangan,” tutur Ahad.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan BBM bersubsidi yang banyak digunakan masyarakat. Pemerintah bersama Pertamina berjanji akan menuntaskan penyelidikan dan memastikan kualitas Pertalite tetap aman dan sesuai standar nasional agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.***
Artikel Terkait
Ramai Janji Insentif Rp5 Juta, BGN Klarifikasi Pernyataan Wakil Kepala Hanya Candaan saat Rapat
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tuai Sorotan: Gaya Ceplas-Ceplos Dinilai Bikin Pemerintah Makin Dipercaya Rakyat
Menkeu Purbaya Tegas Tolak Lanjutkan Skema Burden Sharing: Jaga Independensi BI dan Disiplin Fiskal Negara
WWF-Indonesia dan KLH Dorong Kolaborasi Multipihak Atasi Krisis Plastik, Iklim, dan Keanekaragaman Hayati
Fenomena “Purbaya Everywhere”: Gaya Koboi Menkeu dan Pro-Kontra di Balik Optimisme Ekonomi 8 Persen