VIVO dan APR Batal Beli BBM dari Pertamina, Ini Alasannya!

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 09:45 WIB
Pertamina buka suara soal kandungan etanol dalam BBM setelah sejumlah perusahaan swasta batal membeli 40 ribu barel BBM. (Unsplash/aldrinrachmanpradana)
Pertamina buka suara soal kandungan etanol dalam BBM setelah sejumlah perusahaan swasta batal membeli 40 ribu barel BBM. (Unsplash/aldrinrachmanpradana)

TITIKTEMU.CO - Rencana pembelian bahan bakar minyak (BBM) murni atau base fuel dari PT Pertamina (Persero) oleh dua badan usaha swasta, VIVO dan APR (joint venture BP-AKR), akhirnya dibatalkan. Keputusan ini menjadi perhatian publik karena sebelumnya kedua perusahaan tersebut sudah menyatakan kesepakatan untuk membeli 40 ribu barel BBM dari Pertamina.

Namun, rencana tersebut urung terlaksana setelah ditemukan bahwa BBM murni milik Pertamina mengandung etanol.

“VIVO membatalkan untuk melanjutkan (pembelian). Akhirnya tidak disepakati lagi,” kata Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, di Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

“Lalu tinggal APR. APR akhirnya tidak juga (batal). Jadi tidak ada semua,” tambahnya.

Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Hadapi Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Jadwal, Skuad, dan Peluang Lolos

Kandungan Etanol Jadi Pemicu Pembatalan

Achmad menjelaskan, alasan utama pembatalan tersebut karena base fuel yang ditawarkan Pertamina memiliki kandungan etanol sebesar 3,5 persen. Padahal, menurut regulasi, batas maksimal etanol dalam BBM justru diperbolehkan hingga 20 persen.

“Issue yang disampaikan kepada rekan-rekan SPBU ini mengenai konten. Kontennya ada kandungan etanol,” ujar Achmad.

“Secara regulasi itu diperkenankan, etanol itu sampai jumlah tertentu kalau tidak salah sampai 20 persen etanol. Sedangkan (BBM punya Pertamina) ada etanol 3,5 persen,” lanjutnya.

Penjelasan dari Pertamina

Menanggapi pembatalan tersebut, Pj. Corporate Secretary Pertamina, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa penggunaan etanol dalam BBM merupakan praktik terbaik yang diakui secara global. Campuran ini dianggap ramah lingkungan dan menjadi bagian dari strategi transisi energi menuju masa depan berkelanjutan.

Baca Juga: Temuan 1.200 Ton Beras Bulog Hampir Rusak di Maluku Utara, Bulog Siapkan Langkah Reprocessing

“Etanol berasal dari tumbuhan seperti tebu atau jagung, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil murni,” jelas Roberth dalam keterangan tertulis, Jumat (3/10/2025).

“Dengan mencampurkan etanol ke dalam BBM, emisi gas buang kendaraan bisa berkurang sehingga kualitas udara lebih baik,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X