Komitmen Yuli untuk terus belajar bisnis dan mengembangkan Netaly juga tercermin dari partisipasinya dalam BRIncubator, sebuah program pembinaan berjenjang Rumah BUMN di bawah naungan BRI yang menghadirkan pelatihan terfokus dan pendampingan intensif agar UMKM mampu naik kelas.
Materi yang diberikan pada program tersebut mencakup communication & negotiation skills, budaya inovasi, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, hingga manajemen rantai pasok serta pendampingan intensif yang khusus membahas persoalan usaha.
Bekal dari proses tersebut semakin memperkuat identitas Netaly sebagai brand yang konsisten mengangkat craft lokal dengan sentuhan modern. Karakter inilah yang berhasil mencuri perhatian dewan juri.
Baca Juga: Yurike Sanger, Istri ke-7 Presiden Soekarno, Wafat di Usia 81 Tahun
Puncaknya, Netaly meraih predikat Juara 1 BRIncubator 2025 untuk Kategori Fashion & Beauty. Hal ini menjadi sebuah pencapaian yang menegaskan kapasitas UMKM Indonesia untuk bersaing di level nasional maupun global.
Perjalanan tersebut akhirnya membawa Netaly pada perkembangan yang signifikan. Diketahui, untuk saat ini, produksi Netaly mampu mencapai ribuan potong busana per bulan.
Koleksinya juga berhasil lolos kurasi menjadi salah satu UMKM untuk tampil di berbagai fashion show, dan siap dipamerkan hingga Melbourne, Australia. Dari sisi bisnis, omzet bulanan Netaly kini mencapai ratusan juta rupiah, sekaligus berhasil menarik pembeli dari mancanegara seperti Malaysia, Rusia, Jepang, Filipina, dan Hong Kong.
Baca Juga: Journalism 360: Saat Media Lokal Bertemu Spirit Mediapreneur di Surabaya
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa keberhasilan Netaly menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam mendampingi UMKM agar dapat naik kelas dan terus berkembang.
Dhanny menegaskan, melalui program-program pemberdayaan seperti Rumah BUMN dan BRIncubator, BRI tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga pembinaan, pendampingan bisnis, hingga membuka peluang jejaring pasar hingga go global.
“Strategi ini sejalan dengan upaya BRI untuk memperkuat ekosistem UMKM di Indonesia. Dengan kombinasi literasi, digitalisasi, dan fasilitasi akses, UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai tambah di pasar,” tutup Dhanny.***
Artikel Terkait
Krisis BBM di SPBU Swasta: Shell dan BP-AKR Kehabisan Stok, Pemerintah Tambah Kuota Impor
BRI Berhasil Salurkan KUR Rp114,28T kepada 2,5 juta UMKM, Ekonomi Rakyat Bangkit
Lompati Seri 16, Xiaomi 17 Series Dirilis 19 September, Head to Head dengan iPhone 17
Paviliun Indonesia Capai 2,8 Juta Pengunjung, Bukukan Komitmen Investasi USD 23,8 Miliar
Program Magang Skala Besar-besaran: 20 Ribu Fresh Graduate Siap Dapat Gaji Setara UMP Selama 6 Bulan
Jejak Rasa Yogyakarta Dan Trilogi Buku Soto, Sambal, Nasi Hadir Di World Expo 2025 Osaka
Purbaya Yudhi Sadewa: Gebrakan Rp200 Triliun, Dari ‘Rezim Ibu vs Bapak’ Hingga Teori Likuiditas
Journalism 360: Saat Media Lokal Bertemu Spirit Mediapreneur di Surabaya
Cukai Rokok Jadi Sorotan Menkeu Purbaya, dari Kebijakan hingga Janji Lindungi Pasarnya: Nggak Fair Narik Pajak Triliunan Tanpa Dilindungi