Sasmito Hadinagoro Desak Pemerintah Hentikan Subsidi Rekap BCA dan Ungkap Skandal BLBI

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 11:20 WIB
Bank BCA . (Instagram/@lifeeatbca)
Bank BCA . (Instagram/@lifeeatbca)

TITIKTEMU.CO, YOGYAKARTA - Diskusi publik bertajuk “Pencegahan Budaya Korupsi Keuangan Negara yang Merajalela Setelah NKRI 80 Tahun Merdeka” digelar di Kampus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Yogyakarta, Selasa (19/8/2025). Acara ini menghadirkan ekonom senior Prof. Dr. Sri-Edi Swasono serta Ketua Lembaga Pengkajian Ekonomi Keuangan Negara (LPEKN), H.M. Sasmito Hadinagoro.

Dalam forum yang dihadiri rektor, akademisi, dan mahasiswa tersebut, Sasmito menegaskan bahwa pemerintah harus berani menghentikan praktik yang merugikan rakyat, salah satunya subsidi bunga rekap bagi bank besar seperti BCA.

Baca Juga: Menguak Kembali Misteri Bailout BCA: Benarkah Ide Mengambil Alih 51% Saham Itu Sesat?

“Stop pemberian subsidi bunga rekap dari APBN. Itu semua berasal dari pajak rakyat yang sudah ngos-ngosan. Pemerintah harus punya political will untuk tidak lagi menghidupi bankir bandit,” tegas Sasmito.

Kritik Sasmito soal “BCA Gate” dan BLBI

Dalam kesempatan itu, Sasmito juga menyampaikan pandangannya mengenai kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) serta penjualan saham Bank Central Asia (BCA) yang menurutnya sarat rekayasa.

Baca Juga: TELAH DIBUKA! Rekrutmen Eksternal PT KAI 2025 untuk Lulusan D3 dan D4/S1 – Login Lewat Unpad Career Fair, Cek Syaratnya di Sini!

Berikut poin-poin penting yang ia paparkan:

Penjualan BCA Murah Hampir Gratis
Menurut Sasmito, 51% saham BCA yang dilepas pada era Presiden Megawati hanya ditebus sekitar Rp5 triliun. Padahal, nilai aset BCA saat itu—termasuk aset fisik, obligasi rekap, dan bunga—diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 triliun.

“Nilai BCA itu lebih dari Rp200 triliun, tapi dijual hanya Rp5 triliun. Itu sama saja gratis,” ujarnya.

Dugaan Rekayasa Akuisisi Saham
Ia menduga adanya rekayasa dalam proses akuisisi, termasuk penggunaan perusahaan cangkang (Farallon) serta praktik akuntansi yang merugikan negara.

Baca Juga: QRIS Go International, dari Kopi Susu di Jakarta sampai Sushi di Tokyo, Semua Bisa Scan!

Kerugian Negara Ratusan Triliun
Sasmito menilai kerugian negara akibat skandal ini bisa mencapai Rp200 triliun hingga Rp1.030 triliun, jika dikaitkan dengan keseluruhan program BLBI.

Kritik Keras terhadap KPK
Ia menilai KPK tidak serius mengusut kasus BLBI dan BCA Gate. Menurutnya, laporan serta dokumen yang pernah ia serahkan ke KPK tidak pernah ditindaklanjuti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X