Indeks-indeks ini melengkapi indeks serupa yang disusun oleh Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik di mana surveinya dilakukan terhadap pelaku usaha kategori menengah dan besar. Di samping itu juga dikumpulkan informasi mengenai kondisi usaha responden untuk keperluan monitoring dan sekaligus menjadi Early Warning System (EWS) terhadap keberlangsungan usaha debitur UMKM.
Dalam survei ini, responden diminta menjawab sejumlah pertanyaan yang mencerminkan persepsi mereka terhadap perkembangan dan prospek usaha. Untuk setiap pertanyaan, responden dapat memberikan salah satu dari tiga pilihan jawaban, yaitu positif (lebih tinggi atau lebih baik), negatif (lebih rendah atau lebih buruk), atau netral (sama saja atau tetap). Dalam penghitungan indeks difusi, hanya jawaban positif dan negatif yang diperhitungkan, sementara jawaban netral diabaikan.
Nilai indeks di atas 100 menunjukkan bahwa persepsi positif lebih dominan dibandingkan persepsi negatif. Sebaliknya, apabila nilai indeks berada di bawah 100, hal tersebut mencerminkan bahwa jumlah responden yang memberikan jawaban negatif lebih banyak dibandingkan dengan yang memberikan jawaban positif.***
Artikel Terkait
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Libur Panjang Jadi Tenang
BRI Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi UMKM melalui Program BRI Peduli untuk Dorong Daya Saing
Tak Ada Minuman Beralkohol Saat Bersulang di Jamuan Gala Dinner Prabowo-Macron, Ini Penjelasan Seskab Teddy
Jadi Jembatan UMKM Lokal Menuju Pasar Global, Rumah BUMN Promosikan Sambal Cita Rasa Khas Indonesia ke Mancanegara
Harga Samsung Galaxy A35 5G Baru Bekas Juni 2025: HP Murah, Spesifikasi Tetap Mewah