TITIKTEMU.CO, Tapanuli Utara – Perempuan kini memegang peran yang penting dalam membangun perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan sosial di Indonesia.
Seiring kemajuan zaman, perempuan kini memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Jadwal UTBK SNBT 2025: Simak Pakaian yang Boleh Dipakai dan Dokumen yang Wajib Dibawa
Kesadaran inilah yang kemudian mendorong Ketua Klaster Usaha Rumah Ulos Marlinda Yanti Panggabean untuk mengambil langkah besar. Ia tak hanya ingin mengubah nasibnya sendiri, tetapi juga memberdayakan perempuan lain di sekitarnya agar lebih mandiri dan sejahtera.
Tinggal di Desa Lumban, Kec.Siatas Barita, Tapanuli Utara, Prov. Sumatera Utara, Marlinda Yanti Panggabean harus menjalani hidup dengan penuh keterbatasan akibat penghasilan yang minim.
Baca Juga: BRI Kembali Dipercaya Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jemaah Haji 2025
Bersama ibunya, ia menggantungkan hidup dari menenun kain ulos setiap hari. Namun, menjual hasil tenunan yang dikerjakan berhari-hari bahkan berminggu-minggu ke pengepul ternyata tak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Kondisi ini membuat Marlinda tidak tinggal diam. Ia mulai mencari cara agar bisa mendapatkan penghasilan yang lebih layak. Hingga akhirnya, ia menemukan peluang baru melalui dunia digital.
Baca Juga: Lisa Mariana Putuskan Jalani Operasi Potong Lambung Usai Dihujat Netizen Soal Perubahan Bentuk Tubuh
Marlinda mulai berpikir bagaimana cara meningkatkan pemasukan, hingga akhirnya saya mencoba menjelajahi platform penjualan online.
"Dari situ, saya menyadari bahwa kain tenun yang biasa kami buat memiliki potensi dan nilai jual yang lebih tinggi. Saat itu, saya pun memutuskan untuk berhenti menjual kain tenun ke pengepul dan beralih ke penjualan online,” cerita Marlinda.
Pada tahun 2008, Marlinda memulai usahanya dengan nama Linda Gabe Ulos. Saat itu, skala usahanya masih kecil karena keterbatasan modal. Namun, seiring berjalannya waktu dan perjuangan yang tak kenal lelah, usaha ini terus berkembang.
Baca Juga: Ariel NOAH dan Wulan Guritno Pacaran? Apakah Benar Ada Hubungan Spesial, Cek Fakta Disini
Dari yang awalnya hanya beranggotakan 2-3 orang, kini telah menjadi klaster usaha dengan lebih dari 100 anggota.
Artikel Terkait
Beginilah Kesetiaan Harti Membuat Stagen Dengan Alat Tenun Sederhana
Klaster Usaha Manggis Ini Bisa Perluas Jaringan Pemasaran Berkah Pemberdayaan BRI
Berkat Program Pemberdayaan Klaster Usaha dari BRI Produktivitas Petani di Merauke Semakin Meningkat, Ini Kisahnya!
Lebaran di Candi Hadirkan Ragam Aktivitas Budaya dan UMKM Lokal Selama Libur Lebaran Ini
Kesuksesan UMKM Unici Songket Silungkang, Upaya BRI Dorong Produk Warisan Budaya Tembus Pasar Internasional
Pengusaha UMKM Aksesoris Fashion Asal Lombok Mampu Tembus Pasar Internasional Berkat BRI