Cegah Banjir Rob Terjadi Lagi, Pemkot Pekalongan Siapkan ini

photo author
Okta Gunawan, TitikTemu.co
- Selasa, 31 Mei 2022 | 16:08 WIB
Sebanyak 1500 karung tanah dipasang di daerah Meduri, Pekalongan untuk atasi rob (jatengprov.go.id)
Sebanyak 1500 karung tanah dipasang di daerah Meduri, Pekalongan untuk atasi rob (jatengprov.go.id)

TITIKTEMU.CO, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan menyiapkan 1.500 karung berisi tanah, untuk menutup sementara tanggul sungai Meduri yang jebol, yakni di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat.

Tanggul darurat tersebut diharapkan dapat mengatasi banjir rob, akibat gelombang pasang di pesisir pantai utara, yang terjadi baru-baru ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat, Bambang Sugiharto, menjelaskan, sebanyak 1.200 karung tanah didistribusikan ke Kelurahan Tirto gang 12, dan 300 karung ke gang 16.

Baca Juga: Wali Kota Bern Sampaikan Simpati Mendalam pada Keluarga Ridwan Kamil

Pembangunan tanggul-tanggul darurat itu dilakukan bersama dengan aparat TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat sekitar.

“Di samping itu, di Slamaran, Kecamatan Pekalongan Utara, tadi malam kami juga mendapatkan laporan bahwa ada parapet yang jebol disana di satu titik. Dan pada hari ini kami sudah mulai melaksanakan pengiriman karung-karung tanah ke sana, untuk segera dipasang pada titik-titik yang kritis baik rawan jebol maupun melimpas,” tutur Bambang, pekan lalu.

Bambang menjelaskan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada petugas jaga pompa untuk menyalakan pompa menyesuaikan kondisi ketinggian air rob, yakni tinggi banjir rob itu lebih rendah daripada tinggi tanggul.

Baca Juga: KISAH PEMBURU, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Pemerintah pusat, menurutnya, telah menyiapkan beberapa program jangka panjang untuk pengendalian banjir rob, antara lain Paket 1 penanganan banjir rob di Sungai Lodji. Guna menangani limpasan air sungai tersebut, pemerintah akan membangun parapet di sepanjang sungai hingga muara. Selain itu, pembangunan bendung dan kolam retensi seluas 8,5 hektare di muara Sungai Lodji.

“Namun, kami akan menggunakan sebagian kolam retensi itu untuk tambat labuh kapal nelayan, sembari menunggu pembangunan pelabuhan onshore yang saat ini masih dirintis Pemkot dengan KKP,” pungkasnya.

Terpisah, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menuturkan, tengah pekan lalu, banjir rob sudah surut. Ketinggian air tinggal 15 centimeter. Menurutnya, pemerintah pusat turut membantu penanganan banjir rob dengan mengirimkan pompa tambahan.

Baca Juga: Piala Dunia Qatar 2022: Beberapa Negara Ini Favorit, Termasuk Juara Bertahan Perancis. Tak Ada Negara Afrika

 “Tadi dari Kementerian PUPR meninjau ke Kota Pekalongan. Mereka akan membantu mengirimkan tambahan pompa mobile sekitar delapan (unit),” terang Wali Kota Aaf, saat mengunjungi para pengungsi di Masjid Khusnul Kulk Tirto.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X