RAMADHAN: KH Ali Munthahar Al Hafidz Tampil Kocak  dan Menghibur di Pucang Gading Demak

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Senin, 18 April 2022 | 01:24 WIB
KH Ali Munthahar Al Hafidz tausiyah di RW 13 Perumnas Pucang Gading Demak (pic.teguh argari)
KH Ali Munthahar Al Hafidz tausiyah di RW 13 Perumnas Pucang Gading Demak (pic.teguh argari)

 

TITIKTEMU.CO DEMAK - Acara buka puasa dan pemberian santunan  anak yatim dan dhuafa di RW 13 Perumnas Pucang Gading Desa Batursari, Demak, Jawa Tengah berlangsung gayeng. Ini karena ustadz  yang diundang, KH Ali Munthahar Al Hafidz, tampil kocak dan menghibur.

Meski sudah berusia 70 tahun, stamina KH Ali Munthahar Al Hafidz, masih tetap terjaga saat memberi ceramah di halaman Balai RW 13 Perumnas Pucang Gading. Suaranya tetap lantang. Dan saat melantunkan ayat-ayat suci Alquran di sela-sela tausiyahnya, bacaannya sangat fasih dan merdu sekali.

“Saya pernah juara Tilawatil Quran di tingkat Kota Semarang,” ungkap pimpinan Ponpes Al Istiqomah Semarang ini. Namun dia juga memuji keindahan suara Ustadz Zainal, Seksi Kerohanian RW 13 Perumnas Pucang Gading, saat membacakan Asmaul Husna.

Baca Juga: Masjid Pleret Jadi Saksi Perjuangan Pangeran Diponegoro Melawan Belanda

 Ketua RW 13 Perumnas Pucang Gading  berfoto bersama penerima santunan
Ketua RW 13 Perumnas Pucang Gading berfoto bersama penerima santunan (pic.teguh argari)

Dalam ceramahnya, KH Munthahar mengungkapkan empat golongan yang dirindukan di surga. Yaitu yang membaca Alquran, menjaga lisan, memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadan. Ia juga mengungkapkan, ada tiga tanggal 17 yang penting.

Yang pertama, 17 Ramadan, saat turunnya Alquran. Yang kedua, 17 rakaat, yaitu jumlah rakaat salat wajib lima waktu dalam sehari. Dan yang ketiga, yaitu 17 Agustus, saat proklamasi Republik Indonesia.

Ia juga meminta, agar para ibu pada jam tiga dini hari mendoakan anak-anaknya, agar menjadi putra dan putri yang saleh dan salehah. Karena anak-anak inilah, yang bisa menyelamatkan orang-tua dari azab kubur.

Baca Juga: Kemenag Segera Cairkan Kembali Dana BOS Madrasah. Besarannya Rp 3,3 Triliun

KH Ali Munthahar juga menyatakan bersedekah itu sebenarnya ibadah yang gampang dilakukan. “Yang penting dalam bersedekah itu harus ikhlas,” tambahnya.

Tak terasa waktu mengalir begitu cepat, karena sang ustadz mampu memukau hadirin dengan joke-joke dan humornya yang segar. Sesaat sebelum adzan Magrib berkumandang, KH Ali Munthahar menuntaskan ceramahny, yang diakhiri dengan sebuah pantun.

Warga yang hadir, termasuk para pengurus RW dan PKK RW 13, kemudian berbuka puasa bersama. Setelah itu, KH Ali Munthahar menjadi imam salat Maghrib. Saat bulan Ramadan, memang jadwal pak kiai ini sangat padat. Ia banyak diminta untuk menjadi imam salat tarawih di berbagai masjid di Semarang, karena kefasihan dan kemerduannya dalam melantunkan ayat-ayat suci Alquran.

Baca Juga: THR ASN, TNI dan Polri Cair Mulai H-10 Lebaran dan Gaji ke-13 Dibayarkan Juli. Ini Rinciannya

Beruntung acara di RW 13 ini berakhir usai salat Maghrib, sehingga ia masih bisa memimpin  salat tarawih di masjid lain, yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X