daerah

Berkurban Sehari Paska Idul Adha, Ponpes Nurul Hikmah Semarang Sembelih 2 Sapi dan 8 Kambing

Senin, 11 Juli 2022 | 18:18 WIB
Kegiatan penyembelihan hewan kurban di pondok pesantren (ponpes) Nurul Hikmah di Sumurgunung Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. (pic. titiktemu.co - agushermanto)

TITIKTEMU.CO SEMARANG – Peringatan Idul Adha 1443 Hijriah di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Semarang  dilaksanakan dengan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan kambing.

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilakukan di lokasi ponpes tersebut di Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunungpati Semarang, sehari setelah pelaksanaan sholat Idul Adha, tepatnya Senin (11/7) siang.

Baca Juga: 5 Olahan Daging Kurban Tahan Lama, Bisa Dimakan Kapan Saja!

Baca Juga: Profil Via Valen, Penyanyi Dangdut Koplo yang Prosesi Pernikahannya akan Disiarkan Langsung INDOSIAR

Total ada 10 hewan kurban yang dipotong terdiri dari 2 ekor sapi dan 8 ekor kambing yang dipotong di ponpes yang bernaung di bawah Yayasan Al Hikmah Nurul Ilmi Semarang (Ahnis) itu.

“Dua sapi masing-masing merupakan donasi dari Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar dan bantuan dari Ibu dokter Affandi pemilik Klinik Estetika Semarang,” papar Ketua Yayasan Al Hikmah Nurul Ilmi Semarang (Ahnis) Drs H Abidin Ibnu Rus MSi.

Baca Juga: LEG 2 PSIS-AREMA: Fortes Absen, Sergio: Tim Tak Boleh Bergantung pada Satu Pemain Saja

Sedangkan 8 ekor kambing merupakan hewan kurban dari pihak ponpes sendiri serta titipan dari para santri ponpes Nurul Hikmah yang dikenal publik sebagai ponpes lansia.

Setelah dipotong dan dibungkus menjadi sekitar 800 paket, daging kurban selanjutnya dibagikan panitia kepada ratusan warga yang tinggal di sekitar area pondok, masing-masing di RW 5 dan RW 6 Sumurgunung Kelurahan Sumurrejo Gunungpati Semarang serta dibagikan kepada fakir miskin di sejumlah tempat lainnya.

“Bersamaan dengan pembagian daging kurban juga berlangsung pengajian & tausiah Idul Adha yang diikuti sekitar 40 orang ibu-ibu jamaah Al Hikmah, dimana sebagian dari mereka juga tercatat sebagai santri di ponpes ini,” tambah pria yang juga dikenal sebagai dosen di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) itu. 

Baca Juga: 'LOVE IN TURKEY' Episode 16, Oleh: Ahliya Mujahidin

Meski baru dua tahun dibangun dan resmi dibuka atau menerima santri tahun ini, keberadaan Ponpes Nurul Hikmah telah dikenal luas oleh warga Kota Semarang maupun dari luar daerah.

Hal ini tak terlepas dari visi penyelenggaraan pondok yang dirancang sebagai tempat nyantri kaum lansia dan para pensiunan sehingga ponpes itu banyak yang menyebutnya sebagai ponpes lansia.

Pendirian ponpes dengan penanda bangunan utama berupa rumah joglo kayu jati dengan bernaneka ornamen ukiran itu merupakan prakarsa H Sukiyono SH MH yang mendermakan tanah seluas 1,3 hektar miliknya menjadi lokasi ponpes.

Halaman:

Tags

Terkini