TITIKTEMU.CO SEMARANG - Empat orang diajak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berdialog dalam acara Jambore Nasional Komunitas Penyuluh Antikorupsi Seluruh Indonesia (Kompaksi API) 2022 di Desa Wisata Kandri, Semarang, Jumat (20/5/2022).
Mereka adalah perwakilan penyuluh dari sejumlah daerah dari total 140-an orang penyuluh yang hadir dalam acara tersebut. Usai memberikan sambutan, Ganjar meminta mereka untuk berbagi pengalamannya.
“Kalau anda melihat, siapa kelompok yang pertama kali harus diberikan penyuluhan?” tanya Ganjar kepada salah seorang penyuluh.
Baca Juga: Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D. Terpilih sebagai Rektor UGM Periode 2022 – 2027
“Pertama itu pimpinan, stakeholder. Pimpinan kelompok ataupun pimpinan kebijakan,” kata penyuluh asal Banten.
Mendengar jawaban itu, Ganjar kemudian mencecar penyuluh tersebut. Ganjar meminta penyuluh tersebut lebih berani menyebut sasarannya.
“Kita ajari biar berani dulu, kalau cuma nyebut gubernurnya saja takut, ya paling nyuluhin siapa,” sorot Ganjar.
Penyuluh asal Sulawesi Selatan mendapat apresiasi dari Ganjar karena lantang menyebut sasaran penyuluhan pertamanya adalah anggota legislatif.
“Maaf kawan-kawan ini pengakuan dari bawah jadi jangan marah, kita terbuka untuk memperbaiki diri,” ujar Ganjar menanggapi.
Ganjar kemudian bercerita pengalamannya di Jawa Tengah terkait hal tersebut. Di awal masa jabatannya sebagai gubernur, Ganjar dikenalkan dengan sejumlah istilah pengganti uang pelicin.
“Saya sampaikan kepada mereka, saya mohon dukungan untuk kepemimpinan saya, dan seterusnya Insyaallah sudah nggak ada lagi,” tegas Ganjar, disambut tepuk tangan para peserta yang hadir.
Ganjar mengatakan, dibutuhkan akumulasi kekuatan dan saling dukung dalam menjalankan tugas penyuluh antikorupsi. Jika ini terjadi, dia yakin penyuluh akan lebih berani.