daerah

MUDIK: Jelang Lebaran Maskapai Super Air Jet Layani Penerbangan Jakarta-Semarang Bertarif Murah

Kamis, 14 April 2022 | 04:09 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Perwakilan Maskapai Super Air Jet. (pic. pemkot semarang)

TITIKTEMU.CO SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara resmi menerima perwakilan maskapai Super Air Jet yang akan beroperasi di Kota Semarang.

Kehadiran Super Air Jet Di Kota Semarang didasari pada tingginya permintaan pasar pada penerbangan jakarta-semarang-jakarta yang merupakan salah satu jalur domestik paling populer.

Baca Juga: MUDIK: Presiden Resmikan Jalan Lingkar Brebes-Tegal, Lengkapi Jalan Pantura & Mudahkan Arus Mudik Lebaran 2022

Baca Juga: RAMADHAN : Bubur India, Satu Abad Jadi Takjil Khas Buka Puasa di Masjid Pekojan Semarang

Super Air Jet akan mulai melayani rute penerbangan Jakarta-Semarang-Jakartamulai tanggal 22 April 2022.

Maskapai itu menawarkan tarif super hemat yaitu mulai dari Rp 353.100 untuk Jakarta-Semarang dan untuk sebaliknya mulai dari Rp 368.100.

Sementara itu meningkatnya aktivitas masyarakat saat lebaran, membuat Dinas Kesehatan Kota Semarang memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah kasus Covid 19.

Baca Juga: SBMPTN: Prediksi Nilai UTBK yang Mungkin Lolos SBMPTN 2022 Universitas Brawijaya, Simak Datanya!

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Muhammad Abdul Hakam memprediksi akan terjadi lonjakan kasus Covid 19 yakni pasca libur Lebaran, atau pada periode bulan Mei hingga Juni karena masa tersebut aktivitas masyarakat akan meningkat.

Bahkan dirinya memprediksi angka Covid-19 berada pada rentang 400-500 kasus. 

“Kami punya angka prediksi akhir Mei-Juni nanti pasca satu bulan libur Idul Fitri ada kenaikan kasus. Ini harus dicegah supaya angka terkonfirmasi bisa dikendalikan, termasuk angka kematian,” jelasnya seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Pemkot Semarang.

Baca Juga: Pesantren Kilat Ramadhan Diikuti Ratusan Napi Lapas Kedungpane Semarang

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang diungkapkan Hakam juga terus melakukan percepatan vaksinasi. Bahkan saat ini capaian vaksinasi sudah tergolong tinggi namun untuk dosis pertama dan kedua. Sedangkan dosis ketiga masih sangat rendah yakni masih sekitar 39 persen dari sasaran yang ada.

"Semakin banyak yang dilakukan booster harapannya ketika ada gelombang kasus pada Mei bisa kami antisipasi jauh lebih bagus. Semakin ke sini, masih banyak yang terpapar tapi mortality rate bisa kami tekan karena masyarakat sudah vaksin. Semoga sehat. Seandainya terpapar, diharapkan tidak ada gejala atau gejala ringan,” terangnya. ***

Halaman:

Tags

Terkini