Sempat beredar kabar bahwa tindakan nekat korban dipicu oleh perundungan atau tekanan sosial di lingkungan kampus. Namun, AKP Tugiyo dengan tegas membantah hal tersebut.
“Bullying tidak ada. Kami sudah mencari informasi dari teman-teman dekat dan saksi di kampus, tidak ada yang menyebutkan adanya perundungan terhadap korban,” tegasnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan koordinasi dengan keluarga korban dan tenaga medis untuk mendalami kondisi psikologis korban sebelum kejadian.
Hingga Jumat sore, pihak keluarga telah dihubungi dan diminta datang ke rumah sakit untuk proses identifikasi serta penanganan jenazah.
Pihak kampus juga diharapkan memberikan pendampingan dan dukungan kepada keluarga korban serta mahasiswa lainnya yang terdampak secara emosional akibat kejadian ini.***
Artikel Terkait
Puluhan Rumah Hangus Terbakar di Jakarta Utara, 5 Orang Alami Cedera Serius
Santri Gelar Aksi di Rumah Atalia Praratya, Protes Soal Pernyataan Renovasi Ponpes Al Khoziny dari APBN
Viral Perbedaan Menu Program Makan Bergizi Gratis, BGN Pastikan Anggaran Rp10 Ribu Cukup untuk Lauk Ayam dan Telur
'video viral 7 menit Aulya' viral TikTok yang Banyak Dicari, Benarkah Ada?